Palangka Raya (ANTARA) - Penyelenggaraan harvesing atau panen Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI) dan Gerakan Bangga Berwisata di Indonesia (GBWI) di Kalimantan Tengah pada 13-16 Juli 2023 mengusung tagline atau semboyan 'Hayu Maja Kan Kalteng'.

"Kalimantan Tengah ditetapkan sebagai lokasi harvesing GBBI dan GBWI oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi," kata Gubernur Sugianto Sabran, sebagaimana disampaikan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sri Widanarni di Palangka Raya, Selasa.

Tagline Hayu Maja Kan Kalteng merupakan sebuah ajakan dalam bahasa Dayak yang artinya ayo berkunjung ke Kalimantan Tengah, yakni mendorong perluasan pasar bagi produk-produk UMKM sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan untuk menikmati indahnya kekayaan khazanah wisata di daerah setempat.

"Kita harapkan gerakan ini bisa menyebarluas tidak hanya di provinsi saja, tetapi juga di kabupaten dan kota bahkan di desa-desa, dan kita ingin kegiatan ini berdampak untuk kesejahteraan masyarakat kita," tuturnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah Taufik Saleh menyampaikan, dalam rangka mengakselerasi GBBI dan GBWI Kalimantan Tengah pada 2023 ini, pihaknya melakukan kolaborasi dengan flagship program Pesona Tambun Bungai (PTB) yang juga merupakan agenda tahunan KPwBI Kalteng sejak 2021.

Baca juga: Pemprov Kalteng optimalkan pengendalian inflasi melalui GNPIP

Rangkaian kegiatan ini untuk mempromosikan produk-produk unggulan UMKM wastra, kriya, aksesoris, makanan olahan dan kopi serta destinasi pariwisata.

Pada PTB 2023, pelaksanaan terintegrasi dengan program nasional maupun daerah yaitu GBBI, GBWI, Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), Festival Ekonomi dan Keuangan Syariah (Fesyar), Festival Ekonomi dan Keuangan Digital (FEKDI), Festival Tambun Bungai (FTB), Jambore UMKM, Kalteng Expo, hingga Festival Budaya Isen Mulang (FBIM).

Kolaborasi GBBI dan GBWI dengan Pesona Tambun Bungai akan dilaksanakan di Palangka Raya, dengan berfokus pada penguatan dan perluasan akses pasar UMKM melalui pameran dan business matching sehingga diharap adanya peningkatan jumlah penjualan atau transaksi pembelian produk lokal.

"Harapan lainnya adalah peningkatan daya beli masyarakat, percepatan siklus ekonomi lokal melalui belanja produk lokal, maupun stimulus ekonomi untuk UMKM," tuturnya.

Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, kolaborasi GBBI dan GBWI dengan Pesona Tambun Bungai diharap mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk terus bangga menggunakan produk-produk lokal dan berwisata di Indonesia, sehingga sejalan dengan semangat KTT ASEAN 2023 “ASEAN Matters: Epicentrum of Growth”.

Baca juga: Optimalkan pengendalian inflasi, pemprov laksanakan pasar penyeimbang di Kapuas

Baca juga: Meski diguyur hujan, ribuan masyarakat tetap antusias hadiri Kalteng Bersholawat

Baca juga: Pemprov Kalteng bersama Kementan bangun basis data sawit optimalkan penerimaan negara


Pewarta : Muhammad Arif Hidayat
Uploader : Admin 2
Copyright © ANTARA 2024