Sampit (ANTARA) - Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kotawaringin Timur Ahyar Umar menegaskan bahwa Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) KONI Kalimantan Tengah di Palangka Raya pada Kamis (24/8), belum mencapai sebuah hasil saat kegiatan itu kemudian dinyatakan "deadlock" atau jalan buntu. 

"Kami belum mengesahkan sama sekali hasil kerja TPP, tetapi karena situasinya dua kubu bersitegang dan situasinya tidak memungkinkan lagi maka saya anggap sidang tidak patut dilanjutkan, maka saya ketok palu menyatakan bahwa sidang itu deadlock, kemudian permasalahan KONI di Kalimantan Tengah saya serahkan kepada KONI Pusat," kata Ahyar saat dikonfirmasi di Sampit, Jumat. 

Saat Musorprovlub, Ahyar didaulat menjadi pimpinan sidang dengan agenda pemilihan ketua KONI Kalimantan Tengah. Dia menegaskan profesional menjalankan tugas sebagai pimpinan sidang dengan mengacu pada tata tertib yang sudah ada sebelumnya. 

Baca juga: KONI Pusat buat karateker akibat Musorprovlub Kalteng memanas

Diketahui, saat itu ada dua nama yang muncul menjadi bakal calon ketua KONI Kalimantan Tengah yaitu Christian Sancho yang merupakan Pelaksana Tugas Ketua Umum KONI Kalimantan Tengah dan Agustiar Sabran yang merupakan Wakil Ketua Umum I Pengurus Besar (PB) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) serta anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah. 

Ahyar menjelaskan, pihaknya dalam memimpin sidang bekerja berdasarkan tata tertib yang telah disepakati bersama. Pasal 11 menyatakan bahwa apabila terjadi dua permasalahan atau ada dua pendapat yang berbeda dalam sidang, maka akan dilakukan voting atau pemungutan suara. 

Hal itu terkait hasil kerja Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) calon ketua KONI Kalimantan Tengah yang telah dibentuk. Saat itu terjadi perbedaan pendapat dua kubu terkait, yaitu ada yang dapat menerima dan ada pula yang tidak mau menerima hasil kerja TPP. 

Sesuai aturan, pengambilan keputusan tertinggi ada di tangan forum yang hadir saat itu. Untuk itu pula dirinya kemudian melemparkan masalah itu ke forum untuk dilakukan pengambilan keputusan melalui voting sesuai ketentuan yang sudah ada. 

Baca juga: Sekolah di pelosok Kotim bersemangat ikuti pengimbasan praktik baik IKM

Ahyar menegaskan bahwa langkah yang diambilnya menyatakan deadlock tersebut sudah sesuai Pasal 11 tata tertib sidang. Tata tertib tersebut notabene ditandatangani oleh Sancho yang saat itu menjabat Pelaksana Tugas Ketua KONI Kalimantan Tengah. 

Untuk itulah Ahyar memastikan bahwa sidang yang dipimpinnya saat itu belum menyimpulkan hasil. Tahapan sidang saat itu belum ada pengesahan lantaran TPP baru menyerahkan hasil kerjanya kepada pimpinan sidang. 

"Saya menyerahkan kepada forum tertinggi. Pemilik suara tertinggi adalah forum peserta pemilik suara pada saat pemilihan ketua KONI provinsi. Artinya di situ pemilik suara adalah setiap KONI kabupaten/kota dan pimpinan cabang olahraga yang ada di provinsi yang hadir pada saat itu," timpal Ahyar. 

Untuk selanjutnya, Ahyar menyerahkan sepenuhnya masalah ini untuk diputuskan oleh KONI Pusat. Pihaknya masih menunggu informasi resmi terkait kapan pemilihan ketua KONI Kalimantan Tengah. 

Sementara itu saat disinggung soal kabar salah satu kandidat akan melaporkan pimpinan sidang ke Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (Baori), Ahyar hanya tersenyum. 

"Silakan saja laporkan ke Baori. Saya siap menghadapinya. Saya dalam memimpin sidang itu berdasarkan tata tertib yang sudah disediakan KONI sendiri. Kami juga belum ada membuat keputusan," tegas Ahyar. 
 
Ahyar berharap KONI Pusat bergerak cepat membantu menyelesaikan masalah ini sehingga organisasi bisa kembali berjalan dengan baik. Semua harus kompak karena sejumlah agenda sudah menunggu di depan mata, di antaranya Pra PON dan PON 2024.
 
Baca juga: Pemkab Kotim dorong KAHMI tingkatkan sumbangsih membantu pembangunan daerah

Baca juga: Ketua DPRD Kotim ajak masyarakat manfaatkan lahan kosong

Baca juga: Legislator Kotim: Sekarang saat tepat normalisasi drainase cegah banjir

Pewarta : Norjani
Uploader : Admin 2
Copyright © ANTARA 2024