Sampit (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Sampit (Umsa) mendukung program peningkatan sumber daya manusia (SDM) aparatur desa di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, bahkan perguruan tinggi ini siap memberi kemudahan bagian aparatur desa yang ingin berkuliah. 

"Kami sudah menyiapkan formatnya yaitu 60 persen kuliah secara online dan 40 persen offline. Insya Allah tidak memberatkan. Termasuk dalam hal biaya juga terjangkau," kata Rektor Umsa, Ramadansyah di Sampit, Jumat. 

Ramadansyah mengatakan, Umsa menyambut positif arahan Bupati Halikinnor kepada seluruh pemerintah desa untuk meningkatkan SDM aparatur desa. Tujuannya agar pemerintahan desa semakin baik dan terus meningkat karena  kualitas aparaturnya juga terus meningkat. 

Untuk mendukung program tersebut, Umsa membuka diri dan siap memberi kemudahan. Umsa juga akan proaktif berkomunikasi dengan aparatur desa yang ada di daerah ini agar mereka berminat berkuliah. 

Menurut Ramadansyah, perkuliahan di Umsa sejalan dengan status Kotawaringin Timur sebagai kabupaten berstatus Kota Cerdas atau Smart City. Status ini membuat transformasi dan peningkatan di bidang teknologi informasi menjadi sebuah keniscayaan bagi Kotawaringin Timur, tidak terkecuali dalam pelayanan hingga ke desa-desa. 

Umsa siap mendukung upaya tersebut, salah satunya melalui peningkatan SDM aparatur desa. Dia yakin kerja sama ini akan membuahkan hasil positif bagi masyarakat dan daerah. 

Baca juga: Beri semangat mahasiswa Umsa, Bupati Kotim kenang perjuangan merintis karier

"Sekarang dorongannya kan desa itu desa digital. Nah, kami punya program studi atau Fakultas Teknologi Informasi. Kami berharap kepada teman-teman yang ada di desa melalui dorongan pemerintah daerah bisa melakukan kuliah di Umsa," ajak Ramadansyah. 

Terkait pembiayaan, pria yang juga Kepala Badan Pendapatan Daerah Kotawaringin Timur ini sangat berterima kasih jika memang disediakan oleh desa sehingga banyak aparatur desa yang tertarik berkuliah. 

"Siapa tahu bisa untuk aparatur desa diberikan tugas belajar atau izin belajar oleh pemerintah desa. Nah nanti kami koordinasikan ini dengan instansi terkait," demikian Ramadansyah. 

Sementara itu Bupati Halikinnor saat memberikan kuliah umum di hadapan sekitar 500 mahasiswa Umsa mengaku mengarahkan agar aparatur desa untuk berkuliah. Peningkatan SDM sangat penting karena akan sangat berdampak terhadap pembangunan di desa. 

"Kemarin ini saya sampaikan saat pertemuan dengan seluruh Sekretaris Desa. Saya minta ini ditindaklanjuti. Kalau SDM aparatur desanya bagus, saya yakin pembangunan desanya juga akan lebih maju," demikian Halikinnor. 

Baca juga: Pramuka diharapkan bantu wujudkan generasi emas di Kotim

Baca juga: 253 calon kepala desa bersaing di pilkades serentak Kotim

Baca juga: Dishanpang Kalteng minta penyaluran bantuan beras di Kotim prioritaskan empat kecamatan

Pewarta : Norjani
Editor : Muhammad Arif Hidayat
Copyright © ANTARA 2024