Palangka Raya (ANTARA) -
Pertamina menyatakan kini BBM satu harga telah hadir di Kapuas Kuala, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah yaitu pada SPBU 66.735.02 sebagai implementasi Program BBM Satu Harga di klaster Kalimantan dan Sulawesi.
 
Direktur Pemasaran Regional PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra dalam keterangan yang diterima di Palangka Raya, Senin, menyampaikan salah satu tugas Pertamina adalah memberi pelayanan energi seperti BBM non subsidi dan yang bersubsidi.
 
"Kami mengemban amanah untuk menyalurkan BBM subsidi untuk masyarakat. Kami berharap semoga keberadaan BBM satu harga memberikan keberkahan, kemajuan dan mendorong kemajuan ekonomi masyarakat," terang Mars Ega.
 
Program BBM satu harga merupakan bentuk implementasi kebijakan BBM satu harga yang terfokus pada wilayah 3T yakni tertinggal, terdepan dan terluar untuk mendorong kemandirian ekonomi serta energi, sehingga meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat.

Baca juga: Pemprov Kalteng bangun shrimp estate dukung pemenuhan target produksi nasional
 
Adapun kehadiran SPBU di Kapuas Kuala sangat penting terutama bagi nelayan dan petani. Selama ini mereka cukup jauh untuk mendapatkan BBM sehingga meningkatkan biaya produksi.
 
Tahun depan Kapuas menjadi salah satu kabupaten basis perhitungan Indeks Harga Konsumen (IHK), sehingga diharapkan kehadiran SPBU di daerah Kapuas Kuala dapat berkontribusi dalam perhitungan tersebut.
 
Lebih lanjut dia menyampaikan, sebagai badan usaha yang diberi tugas untuk menjalankan program BBM satu harga, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan berkomitmen melaksanakan program tersebut yang kali ini dilaksanakan pada enam titik lokasi di Kalimantan dan Sulawesi, meliputi Kapuas Kuala, Manuhing Raya, Rungan, Tualan Hulu, Peso Hilir dan Paguyaman Pantai.
 
Anggota Komite BPH Migas Yapit Sapta Putra mengatakan, pelaksanaan Program Bbm Satu Harga memberikan manfaat dan dampak positif yang sangat signifikan terhadap mobilitas masyarakat.
 
Dia menyampaikan, peningkatan tersebut di antaranya mewujudkan kemadirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor ekonomi domestik masyarakat, maupun penghematan pengeluaran BBM yang diharapkan diikuti dengan penurunan harga sembako.
 
Selain itu juga meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta diharapkan membawa dampak postif bagi perekonomian ataupun meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.
 
"Tantangan dari program ini adalah keberlanjutan operasional sesuai aturan," tegasnya.

Baca juga: Gubernur resmi tutup gelaran MTQH, Kobar juara umum

Baca juga: Disdik Kalteng selenggarakan Pentas Prestasi, tampilkan inovasi para pelajar

Baca juga: DPMPTSP Kalteng gunakan SI-IPIN perkuat pelaksanaan SPBE dan fasilitasi investasi

Pewarta : Muhammad Arif Hidayat
Uploader : Admin 3
Copyright © ANTARA 2024