Buriram, Thailand (ANTARA) - Manajer Motorsport Astra Honda Motor (AHM) Rizky Christanto mengungkapkan dua pembalapnya, Rheza Danica Ahrens dan Herjun Atna Firdaus, tidak akan saling sikut di luar sirkuit jelang balapan pamungkas Asia Road Racing Championship (ARRC) 2023 kelas Asia Production 250 (AP 250) di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand, Minggu.


Persaingan kedua pembalapnya itu jelang balapan terakhir semakin memanas, menyusul Herjun yang berhasil memangkas jarak dengan sang pemimpin klasemen sementara Rheza dengan selisih 20 poin, dari sebelumnya 23 poin.

"Dari awal dari masih di Astra Honda Racing School, dari masih mereka anak-anak kami terapkan profesionalitas. Artinya persaingan pada saat balapan ya harus persaingan, tapi di luar itu ya teman, bercanda biasa sebagai teman. Persaingan itu hanya ada di race, itu sudah kami terapkan dan harusnya tidak ada masalah," kata Rizky saat ditemui pewarta setelah selesainya balapan pertama di sirkuit dengan panjang 4,5 Km tersebut.

Hal itu membuat penentuan juara kelas AP 250 akan ditentukan pada hari Minggu setelah semula dapat diselesaikan lebih cepat hari ini.

Penentuan juara akan menjadi kado terindah bagi masing-masing rider. Rheza akan menjadi rider yang pernah menjuarai kelas AP 250 sebanyak dua kali. Sedangkan, bagi Herjun, akan menjadi gelar juara pertamanya di kelas AP 250.

Namun, soal siapa yang akan tersenyum di akhir balap, Rizky mengaku siapa pun juaranya akan membuat timnya merasa bangga.

Baca juga: Herjun dekati jarak dari Rheza dalam perebutan gelar AP 250 ARRC

Baca juga: Rheza dan Herjun tak saling sikut jelang balapan terakhir di Buriram

"Dua-duanya dari Astra Honda Racing Team itu dua hal yang membanggakan ya, siapa pun yang juara pasti buat kami happy. Sebenarnya ini membuktikan Rheza dan Herjun rider terbaik di kelas AP 250 sampai saat ini, kita lihat saja nanti siapa yang juara," ucap Rizky.

Dalam kesempatan yang sama, Rizky masih enggan mengungkap kemana arah rencana para pembalapnya di tahun depan. Ia mengaku baru akan mengungkap rencana tim di musim depan pada pada awal tahun mendatang, termasuk nasib Veda Ega Pratama yang ingin berguru di kompetisi Eropa setelah menjuarai Asia Talent Cup.

"Kita tunggu sampai musim 2023 selesai, terus nanti biasanya akan ada diskusi internal membahas analisisnya, di situ baru kami putuskan siapa main ke mana," jelasnya.

Baca juga: Andi Gilang rebut kemenangan perdana ASB 1000 ARRC

Pewarta : Zaro Ezza Syachniar
Uploader : Admin 1
Copyright © ANTARA 2024