Kasongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng) mengantisipasi kelangkaan dan kenaikan harga yang tidak wajar komoditas pangan menjelang momen Ramadhan dan Idul Fitri 2024.

"Adapun yang perlu mendapat khusus adalah komoditas beras, daging ayam dan cabai rawit yang dalam beberapa minggu telah mengalami kenaikan," kata Penjabat Bupati Katingan Saiful di Kasongan, Selasa.

Perhatian khusus pada sejumlah komoditas itu didasarkan pada perkembangan harga pangan sampai minggu ke-3 Februari 2024 yang diinput ke aplikasi Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) oleh Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Katingan.

Salah satu upaya antisipasi ini dilakukan dengan meningkatkan komunikasi dan koordinasi antar anggota Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) beserta pihak terkait lain.

Pernyataan itu diungkapkan Saiful terkait pelaksanaan High Level Meeting  TPID Kabupaten Katingan di Aula Bappedalitbang setempat. Rapat ini dilaksanakan guna mengantisipasi kelangkaan stok komoditas pangan di tengah meningkatnya aktivitas dan mobilitas masyarakat menjelang Ramadhan hingga Idul Fitri.

"Inflasi merupakan salah satu indikator penentu keberhasilan pembangunan ekonomi, dengan tingkat inflasi yang tinggi mengakibatkan daya beli masyarakat menurun terhadap barang dan jasa yang dibutuhkannya," katanya.

Dia menambahkan, laju inflasi yang tinggi juga akan memberikan dampak terhadap peningkatan kemiskinan sampai dengan saat ini, maka upaya sinergi semua pemangku kepentingan sangat diperlukan dalam mengendalikan kenaikan harga di Kabupaten Katingan.



Oleh sebab itu diperlukan sinergisitas TPID dengan Pihak terkait sangat diperlukan khususnya dalam upaya dan langkah konkret untuk menjaga ketersediaan, stabilisasi harga, kelancaran distribusi serta keterjangkauan harga bahan pangan pokok strategis di Kabupaten Katingan.

Jika pun harga naik, kenaikannya tidak terlalu tinggi dan masih dalam kendali supaya tidak mempengaruhi kenaikan komoditas lainnya.

"Semoga High Level Meeting TPID ini dapat menghasilkan rekomendasi, kebijakan dan solusi berbagai permasalahan dalam pengendalian inflasi di Kabupaten Katingan," kata Saiful.

TPID merupakan wadah koordinasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga terkait lainnya untuk mengawasi dan mengendalikan inflasi di tingkat daerah.

Sementara itu, turut hadir pada kegiatan itu seperti Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Katingan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Katingan.

Kemudian juga Kepala BMKG Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Pimpinan wilayah Perum BULOG Kantor Wilayah Kalimantan Tengah, Kepala PT Pertamina (Persero) Wilayah Kalimantan Tengah, jajaran pejabat Pemprov Kalteng, jajaran pejabat di Pemkab Katingan serta para pengusaha di wilayah setempat.

"Melalui pertemuan tersebut diharapkan akan terjalin sinergi yang kuat antara semua pihak untuk mencapai stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Katingan," kata Saiful.

 

Pewarta : Naslee/Rendhik Andika
Uploader : Admin 2
Copyright © ANTARA 2024