Penyakit jantung tak disarankan olahraga malam hari
Selasa, 14 Mei 2024 18:07 WIB
Seorang perempuan berolahraga jalan santai atau jogging di jogging track kawasan Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalbar, Jumat (9/10). Menurut sejumlah ahli kesehatan, jogging dapat mencegah beberapa penyakit, diantaranya serangan jantung, stroke, kencing manis, osteoporosis, depresi dan kanker. (ANTARA FOTO/Jessica Wuysang)
Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr. Teuku Istia Muda Perdan Sp.JP FIHA menyampaikan bahwa penderita penyakit jantung tidak disarankan berolahraga pada malam hari.
"Kalau malam secara hormonal siklus tubuh memang waktunya istirahat. Kalau penderita jantung tidak direkomendasikan olahraga di malam hari, karena kerja jantung jadi lebih berat," kata dokter yang biasa disapa Dani itu dalam acara diskusi via daring tentang kesehatan jantung yang diikuti di Jakarta, Selasa.
Namun, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu mengatakan, pada orang yang sehat berolahraga pada pagi atau malam hari umumnya tidak menimbulkan perbedaan dampak yang signifikan terhadap risiko serangan jantung.
Dani mengatakan bahwa berolahraga pada siang hari juga berisiko, apalagi pada saat cuaca sedang panas.
"Saat cuaca panas penguapan kita lebih banyak dibanding saat sejuk dan kadang lupa mengisi cairan ke tubuh sehingga terjadi dehidrasi berat," katanya.
"Heat stroke melibatkan beberapa organ tubuh, tapi penyebab utamanya karena kehilangan cairan dalam jumlah banyak dan singkat," ia menambahkan.
Guna menghindari dehidrasi berat saat berolahraga di luar ruangan pada siang hari, Dani mengatakan, sebaiknya mencukupkan minum serta memakai alat pelindung diri seperti topi dengan penutup kain untuk mencegah paparan panas secara langsung.
Dia juga mengingatkan bahwa pada saat kondisi cuaca sedang ekstrem sebaiknya memilih berolahraga di dalam ruangan jika ingin melakukannya pada siang hari atau memilih waktu yang lebih bersahabat untuk berolahraga.
"Kalau malam secara hormonal siklus tubuh memang waktunya istirahat. Kalau penderita jantung tidak direkomendasikan olahraga di malam hari, karena kerja jantung jadi lebih berat," kata dokter yang biasa disapa Dani itu dalam acara diskusi via daring tentang kesehatan jantung yang diikuti di Jakarta, Selasa.
Namun, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu mengatakan, pada orang yang sehat berolahraga pada pagi atau malam hari umumnya tidak menimbulkan perbedaan dampak yang signifikan terhadap risiko serangan jantung.
Dani mengatakan bahwa berolahraga pada siang hari juga berisiko, apalagi pada saat cuaca sedang panas.
"Saat cuaca panas penguapan kita lebih banyak dibanding saat sejuk dan kadang lupa mengisi cairan ke tubuh sehingga terjadi dehidrasi berat," katanya.
"Heat stroke melibatkan beberapa organ tubuh, tapi penyebab utamanya karena kehilangan cairan dalam jumlah banyak dan singkat," ia menambahkan.
Guna menghindari dehidrasi berat saat berolahraga di luar ruangan pada siang hari, Dani mengatakan, sebaiknya mencukupkan minum serta memakai alat pelindung diri seperti topi dengan penutup kain untuk mencegah paparan panas secara langsung.
Dia juga mengingatkan bahwa pada saat kondisi cuaca sedang ekstrem sebaiknya memilih berolahraga di dalam ruangan jika ingin melakukannya pada siang hari atau memilih waktu yang lebih bersahabat untuk berolahraga.
Pewarta : Fitra Ashari
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Salmon panggang dan sayuran hijau jadi menu makan malam terbaik untuk jantung
11 December 2025 17:56 WIB
Kunjungi RSUD Doris Sylvanus, Wamenkes prioritaskan dokter jantung seluruh daerah di Kalteng
10 December 2025 21:42 WIB
Ahli ungkap teknik pertolongan pertama untuk penanganan darurat henti jantung
10 December 2025 13:06 WIB
Ahli ungkap pengendalian LDL-C bisa mencegah komplikasi jantung dan stroke
09 December 2025 20:34 WIB