Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah mengajak perusahaan besar di daerah ini meningkatkan kepedulian dalam membantu pembangunan desa, khususnya di sekitar lokasi perusahaan masing-masing.
"Kami berharap perusahaan bisa bersama-sama berpartisipasi dalam membangun Kabupaten Kotawaringin Timur. Lebih khusus kita harapkan kepeduliannya terhadap desa-desa dan kelurahan di sekitar lokasi kerjanya," kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Alang Arianto di Sampit, Senin.
Saat ini ada ratusan perusahaan besar beroperasi di Kotawaringin Timur. Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di sektor perkebunan, pertambangan, kehutanan, perbankan, jasa, perdagangan dan lainnya.
Untuk sektor perkebunan kelapa sawit, saat ini setidaknya sudah ada 58 perusahaan yang aktif. Keberadaan perusahaan-perusahaan tersebut diharapkan tidak hanya berkontribusi terhadap pendapatan negara dan daerah, tetapi juga secara langsung terhadap pembangunan desa-desa di sekitar perusahaan masing-masing.
Sesuai aturan, setiap perusahaan wajib menyisihkan keuntungan mereka untuk melaksanakan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR (corporate social responsibility). Program tersebut diwujudkan melalui berbagai bidang yang diperlukan masyarakat seperti jalan, jembatan, pelayanan kesehatan, pendidikan, kegiatan ekonomi dan lainnya.
Baca juga: DPRD Kotim sebut dua kendala dihadapi tenaga kerja lokal
"Realisasinya bisa dengan cara membantu pembangunan jalan, pendidikan, kesehatan, air bersih termasuk peningkatan sumber daya manusia dalam rangka mempersiapkan masa depan masyarakat yang lebih baik," kata Alang.
Alang menambahkan, dalam setiap musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang), banyak usulan disampaikan masyarakat. Namun karena keterbatasan anggaran, tidak semua usulan bisa langsung dipenuhi.
"Seandainya ada beberapa usulan yang belum dapat disepakati dalam tahun perencanaan tahun 2026, hal ini semata-mata karena keterbatasan dana yang kita miliki dan kita akan perjuangkan lebih lanjut pada musrenbang tingkat provinsi dan musrenbang tingkat nasional," timpal Alang.
Oleh karena itu, partisipasi dunia usaha sangat dibutuhkan dalam membantu pembangunan daerah. Setiap perusahaan besar diminta membantu pembangunan dan perekonomian masyarakat di desa-desa sekitar perusahaan masing-masing.
Pelaksanaan CSR oleh perusahaan juga diharapkan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah. Tujuannya agar pelaksanaannya terarah, efektif dan tidak tumpang tindih dengan program pemerintah sehingga membawa manfaat besar bagi masyarakat dan pembangunan desa.
Baca juga: Legislator Kotim berharap SPMB jadi solusi pemerataan pendidikan
Baca juga: Pemkab Kotim masih tunggu juknis penganggaran MBG
Baca juga: Forum Bisnis jadi wadah bersama mendorong pengembangan usaha di Kotim