Kuala Kurun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) rutin menampilkan artis lokal di Air Terjun Batu Mahasur guna menarik kedatangan wisatawan.

Kepala Disbudpar Gumas Hansli Gonak di Kuala Kurun, Rabu, mengatakan penampilan artis dapat disaksikan oleh wisatawan yang datang ke Air Terjun Batu Mahasur setiap hari Minggu.

“Penampilan artis lokal di Air Terjun Batu Mahasur sudah dimulai sejak Minggu (16/3),” sambungnya.

Dengan demikian wisatawan yang datang dapat menikmati keindahan air terjun yang terletak di dekat pusat Kota Kuala Kurun, sembari menikmati lagu-lagu yang didendangkan oleh artis yang tampil saat itu.

Ia menjelaskan, terobosan penampilan artis di Air Terjun Batu Mahasur dilakukan demi mengejar target pendapatan asli daerah (PAD), di mana Disbudpar Gumas menargetkan PAD senilai Rp150 juta pada 2025.

Adapun PAD senilai Rp150 juta tadi ditargetkan dapat tercapai dari tarif tiket masuk, pembayaran parkir pengunjung, penyewaan gazebo, serta penyewaan kios dan kedai di Air Terjun Batu Mahasur.

Baca juga: Pemkab Gumas gencarkan GPMjaga stabilitas harga

Pada hari biasa orang dewasa dikenakan tarif masuk Rp5 ribu per orang dan anak-anak Rp3 ribu per orang. Sedangkan pada hari libur orang dewasa dikenakan tarif Rp10 ribu per orang dan anak-anak Rp5 ribu per orang.

Untuk parkir roda dua dikenakan tarif Rp3 ribu, roda empat Rp5 ribu, lalu bus atau truk Rp10 ribu. Lalu sewa gazebo besar Rp50 ribu per jam dan sewa gazebo kecil Rp5 ribu per jam.

Kemudian untuk sewa kedai dikenakan tarif Rp4,320 juta per tahun, sedangkan sewa kios dikenakan Rp360 ribu per tahun. Sewa kedai akan digunakan sebagai tempat kuliner sedangkan kios dipakai sebagai tempat menjual cendera mata.

“Kedai ada lima pintu sedangkan kios ada tiga pintu. Semua sudah ada calon penyewa, dan dalam waktu dekat akan dilakukan semacam perjanjian antara Disbudpar Gumas dengan mereka,” bebernya.

Dengan berbagai potensi tadi, mantan Camat Kurun ini yakin target PAD Disbudpar Gumas sebesar Rp150 juta pada 2025 dapat terpenuhi, seperti halnya target PAD 2024.

“Pada 2024 Disbudpar Gumas memiliki target PAD Rp90 juta dan target tersebut dapat terlampaui, di mana kami berhasil mendapat Rp90 juta lebih. Kami optimis target PAD 2025 ini juga dapat tercapai,” demikian Hansli.

Baca juga: PT SLK-Dishut Kalteng bersinergi lestarikan keanekaragaman hayati di Tahura Lapak Jaru

Baca juga: Pemkab Gunung Mas gencarkan operasi pasar murah jelang Idul Fitri

Baca juga: Bupati Gumas selaraskan visi misi daerah dengan pusat


Pewarta : Chandra
Uploader : Admin 2
Copyright © ANTARA 2025