Pulang Pisau (ANTARA) - Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Bakhzar Efendi memberikan dukungan adanya program sekolah Lanjut Usia (Lansia), yang kini mulai dijalankan melalui dukungan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

"Program ini merupakan terobosan positif yang memberikan ruang baru bagi para lansia agar tetap aktif dan produktif meski telah memasuki usia pensiun," kata Bakhzar Efendi di Pulang Pisau, Senin.

Menurut dia, pada usia 60 tahun ke atas, banyak masyarakat yang sebenarnya masih sehat dan mampu beraktivitas, namun justru menghabiskan waktu dengan duduk diam di rumah. Hal ini menjadi peluang besar bagi para lansia dikumpulkan dan diberikan wawasan, agar tetap merasa semangat menjalani hidup.

"Sekolah lansia bukan hanya sekadar sarana belajar, tetapi juga wadah untuk mengurangi potensi gangguan kesehatan mental seperti demensia atau kepikunan," lanjut Bakhzar.

Dia menyebut, program sekolah lansia saat ini sudah berjalan di dua kecamatan, yaitu Kahayan Hilir dan Kahayan Tengah. Untuk itu, diharapkan ke depan seluruh kecamatan di Kabupaten Pulang Pisau dapat menjalankan program serupa, mengingat dampaknya yang sangat positif baik dari sisi kesehatan maupun sosial para lansia.

"Kadang-kadang mereka sudah kehilangan pasangan, anak-anak sibuk dengan kehidupannya sendiri, bahkan ada yang akhirnya direkomendasikan ke panti jompo. Sekolah lansia ini bisa menjadi penyelamat dan penyemangat, agar mereka tetap merasa memiliki tempat," ujarnya.

Plt DP3AP2KB Pulpis ini juga menyinggung soal pentingnya indikator dependent ratio dalam pembangunan daerah. Dependent ratio merupakan rasio perbandingan antara penduduk usia non-produktif (0–15 tahun dan 65 tahun ke atas) terhadap penduduk usia produktif (16–64 tahun). Melalui program  sekolah lansia, maka beban tanggungan usia produktif terhadap lansia dapat dikurangi karena lansia tetap bisa berkarya.

Baca juga: Disdik Pulpis minta sekolah aktif promosi demi penuhi standar minimal

Dia mengatakan apabila dependent ratio kita tinggi, artinya orang yang bekerja harus menanggung banyak yang tidak produktif. Sekolah lansia ini adalah upaya untuk menekan itu, jadi lansia pun bisa tetap menyumbang kontribusi dalam bentuk yang sesuai dengan kapasitasnya.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan anggaran dari pusat agar program ini bisa berjalan berkesinambungan. Biaya pelaksanaan sekolah lansia meliputi penyediaan tenaga pengajar, tempat belajar, hingga konsumsi sederhana untuk peserta didik lansia.

"Biasanya kita mendapat alokasi anggaran itu dari pusat sehingga keberlanjutan program ini semakin kuat," kata Bakhzar.

Bakhzar mengajak seluruh pihak untuk memandang para lansia sebagai aset, bukan beban. Ia menekankan bahwa peran orang tua dalam kehidupan generasi muda sangat besar.

"Orang tua kita dulu bisa menyekolahkan dan membesarkan kita, sekarang saatnya kita memberi ruang agar mereka tetap merasa berguna dan disayangi," demikian Bakhzar Efendi.

Baca juga: Pemkab Pulang Pisau bentuk Kampung Iklim hadapi perubahan iklim

Baca juga: Ketua DPRD Pulang Pisau ingatkan kewaspadaan bencana

Baca juga: Pemkab Pulang Pisau didorong tingkatkan ketahanan daerah hadapi bencana


Pewarta : Adi Waskito/ Dita Marsena
Uploader : Admin 3
Copyright © ANTARA 2026