Kuala Kurun (ANTARA) - Bupati Gunung Mas, Kalimantan Tengah Jaya S Monong mengingatkan sekaligus meminta kepada organisasi perangkat daerah di lingkup pemerintah kabupaten setempat, agar terus berinovasi dalam merealisasikan dan membuat program pemerintah bisa berhasil.
"Inovasi yang diciptakan hendaknya tidak hanya sebatas ide atau gagasan, namun juga dapat diterapkan," ucapnya usai menyerahkan piala, piagam penghargaan, dan hadiah kepada pemenang lomba inovasi tingkat kabupaten di Kuala Kurun, Minggu.
Saat ini Jaya bersama Wakil Bupati Gumas Efrensia LP Umbing memiliki program unggulan yakni Tambun Bungai, yang terdiri dari Tambun Bungai Maju, Tambun Bungai Sehat, Tambun Bungai Cerdas, Tambun Bungai Mandiri, dan Tambun Bungai Bermartabat.
Ia menyebut, supaya program Tambun Bungai dapat tercapai, maka diperlukan komitmen, kerja keras, dan inovasi dari aparatur sipil negara (ASN) di seluruh perangkat daerah Pemkab Gumas.
Orang nomor satu di lingkup Pemkab Gumas itu pun mendorong ASN terus berinovasi, mencari berbagai terobosan-terobosan, supaya program Tambun Bungai dapat terwujud demi kemajuan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Kepada para pemenang lomba inovasi saya ucapkan selamat. Kepada yang belum meraih prestasi jangan berkecil hati, terus mencari terobosan, demi terwujudnya program Tambun Bungai," kata Jaya.
Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperinda) Gumas Yantrio Aulia menyatakan pihaknya sukses menggelar lomba inovasi daerah tingkat kabupaten 2025, yang dipusatkan di Kuala Kurun, akhir Juli 2025.
Ia mengatakan, lomba yang terdiri dari dua kategori tersebut telah menghasilkan para pemenang berdasarkan penilaian tim penilai, yang berasal dari Widyaiswara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalteng dan akademisi dari Universitas Palangka Raya.
"Untuk kategori penerapan inovasi tahun 2023-2024 sebagai juara 1 adalah Huma Karigas Jiwa dari Puskesmas Kurun, juara 2 Ela Laya juga dari Puskesmas Kurun, dan juara 3 adalah Jas Cilik Tuntas dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil," ungkapnya.
Huma Karigas Jiwa adalah inovasi dari Puskesmas Kurun, yang bertujuan untuk mengurangi keparahan dan kekambuhan pada pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), meningkatkan kesembuhan dan meningkatkan keterampilan, minat serta bakat pada pasien ODGJ.
Kemudian, Ela Laya adalah akronim dari gerakan layanan asuhan dalam aksi nyata Air Susu Ibu (ASI) eksklusif, di mana Puskesmas Kurun mengedukasi masyarakat terhadap pentingnya pemberian ASI eksklusif untuk bayi baru lahir hingga usia enam bulan.
"Sedangkan Jas Cilik Tuntas adalah akronim dari kerja sama percepatan kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA) di Sekolah," beber Yantrio.
Baca juga: Bupati Gumas dukung wujudkan Gereja Ramah Anak dan Pemuda GKE
Adapun untuk kategori ide inovasi 2025, sebagai juara 1 adalah inovasi Sistem Informasi Pemetaan Tanah Instansi Gunung Mas yang disingkat Si Petai. Si Petai merupakan inovasi dari Sekretariat Daerah.
Juara 2 adalah inovasi ‘Sinergi Juara’, yakni akselerasi pengembangan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) melalui kerja sama pemberdayaan keluarga di Gumas, yang merupakan inovasi Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Juara 3 adalah inovasi ‘Balanai Ampah Dapur’, yakni optimalisasi pengelolaan sampah organik rumah tangga dengan memilah sampah dari sumber berbasis komposter, demi menuju sanitasi lingkungan berkelanjutan di Gumas. Inovasi ini dari Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Perhubungan.
Baca juga: Resmikan Gereja Parawei, Bupati Gumas berharap jemaat makin giat beribadah
Baca juga: DPRD Gumas berharap HUT RI momentum perkuat tekad perangi narkoba
Baca juga: 96 PNS Pemkab Gumas terima Satyalancana Karya Satya