Kuala Kapuas (ANTARA) - Inflasi di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah pada Desember 2025 mencapai 1,61 persen month to month (mtm), meningkat signifikan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

“Dalam empat bulan terakhir, Kapuas secara konsisten mengalami inflasi. Pada September 2025 inflasi tercatat 0,27 persen, meningkat menjadi 0,68 persen pada Oktober, kemudian 0,49 persen pada November, dan mencapai puncaknya pada Desember 2025,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kapuas Ahmad Nasrullah di Kuala Kapuas, Selasa.

Secara tahunan, lanjutnya, inflasi year on year (y-on-y) Kapuas pada Desember 2025 tercatat sebesar 3,25 persen. Sementara itu, inflasi year to date (y-to-d) sepanjang 2025 juga berada di angka 3,25 persen, menjadikan Kapuas sebagai daerah dengan inflasi tertinggi kedua di Kalteng.

Sejumlah komoditas bahan pokok menjadi penyumbang utama inflasi bulanan pada Desember 2025, antara lain cabai rawit dengan kenaikan harga mencapai 73,37 persen, bawang merah sebesar 30,4 persen, ikan gabus sebesar 12,75 persen, daging ayam ras sebesar 7,12 persen, serta beras yang naik 5,84 persen.

Tingginya inflasi di Kapuas dipengaruhi beberapa faktor, baik dari sisi permintaan maupun suplai. Dari sisi permintaan, meningkatnya konsumsi masyarakat dipicu perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, serta adanya kegiatan Haul Guru Sekumpul 5 Rajab yang mendorong lonjakan kebutuhan bahan pokok.

Baca juga: DPRD Kapuas gelar rapat paripurna dengan empat agenda strategis

Sementara itu, dari sisi suplai, inflasi dipengaruhi oleh curah hujan yang tinggi yang mengganggu produksi komoditas pertanian dan peternakan. Selain itu, gelombang tinggi di Laut Jawa turut menghambat distribusi barang dari Pulau Jawa ke Kalimantan, termasuk ke wilayah Kapuas.

Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Kalimantan Tengah, inflasi Kapuas pada Desember 2025 tergolong tinggi. Inflasi (mtm) Desember 2025 di Sampit tercatat 0,48 persen, Palangka Raya sebesar 0,94 persen, dan Sukamara sebesar 1,02 persen.

“Untuk inflasi y-to-d 2025, Palangka Raya mencatat angka tertinggi di Kalteng dengan 3,31 persen, disusul Kapuas sebesar 3,25 persen, Sukamara 3,18 persen, dan Sampit 2,66 persen,” demikian Nasrullah.

Baca juga: Resmikan SPPG Selat Hulu, Wabup Kapuas berharap generasi emas terwujud


Baca juga: Wabup Kapuas: Hentikan budaya dilayani, mulailah budaya melayani

Baca juga: Sebanyak 423 Tenaga non ASN Pemkab Kapuas belum terakomodir jadi PPPK paruh waktu