Kuala Kapuas (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, terus mendukung kegiatan pembinaan keagamaan bagi warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Kuala Kapuas, sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kesiapan warga binaan untuk kembali ke tengah masyarakat.

“Kami berharap momentum Isra Mi’raj dan Khataman Al-Qur’an ini dapat menjadi sarana introspeksi dan hijrah bagi kita semua, khususnya warga binaan, untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas iman dan takwa, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat,” kata Staf Ahli Bupati Kapuas, Budi Kurniawan di Kuala Kapuas, Selasa.

Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan pada peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan kegiatan Khataman Al-Qur’an, bertempat di Masjid At Taubah Rutan Kelas II B Kuala Kapuas.

Melalui kegiatan ini, Budi Kurniawan  menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan keagamaan di lingkungan Rutan Kapuas. Menurutnya, peringatan Isra Mi’raj dan Khataman Al-Qur’an menjadi momentum penting untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sekaligus memperbaiki diri ke arah yang lebih baik.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas II B Kuala Kapuas Daniel Kristianto menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan kerohanian yang bertujuan memberikan ketenangan batin, memperkuat akhlak, serta menumbuhkan semangat religius di kalangan warga binaan. 

Baca juga: Pemkab Kapuas dan Kejari perkuat sinergi melalui serah terima aset Negara

Peringatan Isra Mi’raj ini memiliki makna yang sangat mendalam, khususnya bagi semua yang berada di lingkungan Rutan.

“Isra Mi’raj bukan hanya perjalanan luar biasa Rasulullah SAW, tetapi juga mengandung pesan spiritual tentang pentingnya keimanan, ketaatan, dan kedisiplinan dalam menjalani kehidupan, terutama melalui kewajiban salat sebagai tiang agama,” tambahnya.

Melalui kegiatan pembinaan kerohanian seperti ini, warga binaan diharapkan dapat menjadikan momentum Isra Mi’raj sebagai titik hijrah, yakni perubahan diri ke arah yang lebih baik. Hijrah tidak hanya berpindah tempat, tetapi hijrah hati, hijrah perilaku, dan hijrah akhlak, dari kebiasaan lama menuju kehidupan yang lebih bermakna, beriman, dan bertanggung jawab.

Sementara dalam kegiatan keagamaan tersebut berlangsung khidmat dan penuh makna, sebagai bagian dari upaya pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan. Acara dihadiri juga Kepala Dinas Pendidikan Kapuas Suwarno Muriyat dan perwakilan unsur Forkopimda.

Rangkaian kegiatan diawali dengan syair Habsyi, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan khataman Al-Qur’an oleh warga binaan, ceramah agama oleh Ustadz Umar tentang hikmah Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, serta ditutup dengan doa bersama.

Baca juga: Pemkab Kapuas persiapkan realisasi Program 3 Juta Rumah untuk MBR

Baca juga: Legislator Kapuas harap usulan prioritas Musrenbang Kecamatan Selat terealisasi

Baca juga: Empat rumah di Kapuas Barat ludes terbakar