Palangka Raya (ANTARA) - Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (FAI UMPR), Kalimantan Tengah terus memperkuat karakter akademika insan kampus setempat melalui pengajian rutin.
"Pada pengajian perdana di 2026 ini kami mengambil tema 'Mewujudkan Kampus Unggul dan Berkah melalui Keteladanan dan Jamaah'," kata Dekan FAI UMPR, Dr Hunainah, Lc MA, di Palangka Raya, Jumat.
Dia menerangkan, pengajian rutin yang perdana dilaksanakan 2026 ini berlangsung pada (30/1), di Masjid Darul Arqam UMPR, menghadirkan Ustad M Zuhri SHI, MPdI sebagai penceramah.
"Tema ini menekankan pentingnya kolaborasi dan keteladanan dalam mewujudkan visi kampus," katanya.
Dekan FAI UMPR menambahkan bahwa pengajian ini tidak hanya menjadi ajang spiritual, tetapi juga sarana penguatan karakter civitas akademika.
“Kita itu perlu dibangun jiwanya. Walaupun berada di posisi apapun, tetap perlu upgrade diri hingga liang lahat,” kata Hunainah.
Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi momen refleksi sekaligus pengingat bagi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa agar selalu meningkatkan kualitas diri, baik secara spiritual maupun profesional.
Direktur Direktorat Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK) UMPR, Dr (Cand) Lilik Kholisotin, MPdI, menyatakan pengajian perdana ini merupakan pembuka tahun akademik 2026.
“Semoga pengajian ini lancar dan berkah. Tema kali ini selaras dengan dosen dan tendik yang harus menyadari bahwa pekerjaan tidak ada yang bisa dilakukan sendiri. Kita harus berjamaah, berkolaborasi agar bisa mencapai kampus unggul dan berkah,” kata Lilik.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada FAI sebagai penyelenggara perdana, menekankan bahwa kegiatan bersama-sama akan memperkuat nafas Muhammadiyah di lingkungan kampus.
Baca juga: UMPR dan UM Sampit kolaborasi praktikum sains dasar di laboratorium FAPERTAHUT
Pengajian perdana ini diharapkan dapat memperkuat semangat keteladanan, kolaborasi, dan berjamaah di kalangan civitas akademika UMPR. Kegiatan seperti ini juga menjadi momentum refleksi awal tahun, sekaligus pengingat bahwa keberhasilan kampus tidak hanya ditentukan oleh individu, tetapi juga oleh kerja sama dan semangat berjamaah seluruh civitas akademika.
Sementara itu, dalam ceramahnya, Zuhri menjelaskan tiga kompetensi yang harus dimiliki civitas akademika untuk mewujudkan keberkahan dan keunggulan kampus. Pertama, kompetensi keberagaman, yang dikaitkan dengan tauhid, untuk memahami perbedaan dan menghargai setiap keberagaman dalam ibadah maupun aqidah.
Kemudian kompetensi sosial, membangun jaringan sosial dan berinteraksi dengan sesama manusia untuk amal soleh. Terakhir adalah kompetensi intelektual, yaitu kecintaan terhadap ilmu dan pengembangan kapasitas akademik.
“Jadikan keberagaman, baik dalam ibadah maupun aqidah, ditambah kompetensi sosial yang baik, akan membangun keberkahan. Dan kita harus mencintai ilmu agar kompetensi intelektual terus berkembang,” kata Zuhri.
Baca juga: Rektor UMPR dorong penguatan peran Polri tanpa ubah kelembagaan
Baca juga: Fakultas Kedokteran UMPR gelar lokakarya penyusunan Modul Problem Based Learning
Baca juga: Halal Center UMPR perkuat sistem jaminan halal lewat audit di RSI PKU Muhammadiyah