Pangkalan Bun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah terus berupaya menjaga eksistensi sekaligus melestarikan budaya daerah, khususnya olahraga tradisional kepada generasi muda.
"Salah satu cara yang dilakukan pemda adalah dengan melaksanakan turnamen olahraga tradisional," kata Bupati Kobar Nurhidayah di Pangkalan Bun, Kamis.
Dia menyebut, turnamen lomba tradisional itu dikemas dalam kegiatan Festival Marunting Batu Aji tahun 2026. Di mana ada empat cabang olahraga tradisional yang dilaksanakan, yakni Balogo, Bagasing, Menyumpit dan Sepak Sawut.
Nurhidayah mengatakan kegiatan yang menjadi wadah menampilkan kekayaan budaya dan olahraga tradisional daerah, khususnya Kobar ini, juga bentuk keseriusan mempromosikan pariwisata daerah.
"Festival ini, tentunya kita tidak hanya mempertandingkan olahraga, tetapi juga mewariskan nilai kebersamaan, sportivitas, dan identitas budaya daerah," ucapnya.
Orang nomor satu di lingkup Pemkab Kobar itu menilai, festival MBA ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Kobar, melalui Dinas Pemuda dan Olahraga. Termasuk juga sarana seleksi atlet olahraga tradisional Kobar dalam menghadapi Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) tingkat provinsi.
Dia pun mengajak seluruh elemen masyarakat Kotawaringin Barat terus memberikan dukungan, serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan budaya, untuk terus mewarisi budaya kepada generasi penerus.
"Diharapkan dengan adanya Festival Marunting Baju Aji ini juga dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Kotawaringin Barat dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat," demikian Nurhidayah.
Baca juga: Pemkab Kobar optimalkan program kesehatan lewat evaluasi UHC melibatkan masyarakat
Baca juga: Disperindagkop Kobar tegaskan harga komoditas di pasar tradisional relatif stabil
Baca juga: Pemkab Kobar salurkan bantuan alsintan pemerintah pusat dan provinsi
Baca juga: Bupati Kobar berharap Korpri bantu peningkatan kompetensi ASN