Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), memastikan stok atau ketersediaan bahan pangan terutama beras aman untuk mencukupi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan 2026.
"Kami terus berkoordinasi dengan Bulog dan juga agen serta distributor untuk memastikan stok bahan pangan terutama beras cukup," kata Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini di Palangka Raya, Jumat.
Dia menambahkan berdasar data yang disampaikan Bulog Kalteng stok beras Bulog di seluruh wilayah provinsi setempat mencapai 17.500 ton yang tersebar di berbagai wilayah kabupaten dan kota.
"Sementara untuk Kota Palangka Raya sendiri, stok beras mencapai kurang lebih 3.000 ton," kata Zaini.
Melalui berbagai kesempatan, kata dia, Bulog juga menerangkan akan terus menambah stok beras.
"Kami melalui dinas terkait juga telah menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah lain yang memproduksi beras. Salah satu tujuannya untuk memastikan stok beras aman," katanya.
Pihaknya akan mengambil tindakan tegas jika terdapat oknum masyarakat yang memanfaatkan momen Ramadhan untuk mengeruk keuntungan pribadi namun merugikan orang lain, salah satunya dengan menaikkan harga beras di luar kewajaran atau menimbun untuk memainkan harga di pasaran.
Sementara itu, Kepala Bulog Kalteng, Budi Sultika menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik terkait ketersediaan bahan pokok tersebut. Berdasarkan kalkulasi kebutuhan penduduk Kalteng yang mencapai 2,5 juta jiwa, stok yang ada saat ini dinilai sangat mencukupi.
Pihaknya juga memastikan Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah memastikan ketahanan pangan di provinsi setempat dalam kondisi aman terkendali jelang Ramadan 1447 H.
Saat ini, tercatat sebanyak 14.437 ton beras tersedia di gudang Bulog dan siap didistribusikan untuk menjaga stabilitas harga di pasar.
Langkah ini diambil tidak hanya untuk menekan inflasi, tetapi juga sebagai upaya maksimal dalam menyerap gabah petani lokal guna menjaga keseimbangan pasokan harga pangan di seluruh wilayah Kalteng.
“Rata-rata konsumsi harian masyarakat kita sekitar 560 ton per hari. Jika mengacu pada rumus Cadangan Pangan Pemerintah sebesar 10 persen atau sekitar 56 ton, maka dengan stok 14.437 ton yang kita miliki, kondisi pangan menjelang Ramadan tahun ini sangat aman,” kata Budi.
Meski stok beras medium melimpah, Bulog memberikan perhatian khusus pada komoditas beras premium. Hal ini disebabkan sebagian besar pasokan beras premium masih didatangkan dari luar Kalteng.
Ketergantungan terhadap pasokan luar daerah ini menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen. Oleh karena itu, koordinasi ketat akan dilakukan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Dengan ketersediaan ribuan ton beras tersebut, Budi Sultika berharap fluktuasi harga yang kerap terjadi menjelang bulan suci Ramadan dapat diredam lebih dini melalui operasi pasar maupun penyaluran bantuan pangan.