Muara Teweh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Barito Utara,Kalimantan Tengah, gelar Gerakan Pangan Murah sebagai langkah menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat menghadapi kebutuhan pangan selama bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran 2026.

"Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengantisipasi gejolak harga bahan pokok sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan," kata kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (KPP) Barito Utara Siswandoyo di Muara Teweh, Jumat.

Kegiatan ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan berbagai vendor, mulai dari Perum Bulog, Perusahaan Daerah (Perusda), Bank Pangan, hingga unit pelaksana teknis (UPT) daerah yang menyediakan berbagai komoditas pangan dengan harga lebih rendah dibanding harga pasar.

Menurut dia, semua komoditas dijual di bawah harga pasar untuk membantu masyarakat menghadapi kemungkinan kenaikan harga, baik beras, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, maupun kebutuhan pokok lainnya. 

"Ini juga untuk stabilisasi pasokan pangan dan pengendalian inflasi,” kata Siswandoyo.

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah melalui Dinas KPP juga menjual hasil produksi daerah, khususnya komoditas ikan. Untuk ikan patin hasil keramba yang di pasaran dijual sekitar Rp40.000 per kilogram, pada gerakan pangan murah dijual hanya Rp30 ribu/Kg.

Adapun stok ikan yang disediakan berkisar 50 hingga 70 kilogram dari beberapa wilayah produksi di daerah setempat (BBI Trinsing dan BBI Lahei), sementara di lokasi kegiatan disiapkan sekitar 50 kilogram untuk masyarakat. 

“Jadi ikan yang disediakan di sini sekitar 150 kilogram,” kata dia.

Bupati Barito Utara Shalahuddin didampingi Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan, Sekda Muhlis dan beberapa Kepala perangkat daerahmeninjau kegiatan pangan murah di halaman Dinas KPP setempat, Muara Teweh, Jumat (13/3/2026). ANTARA/Dokumen Pribadi

Sebelum pelaksanaan kegiatan, Bupati Barito Utara  Shalahuddin bersama Wakil Bupati Felix  Sonadi Y Tingan, Sekda Muhlis, dan beberapa kepala perangkat daerah melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi pasar, dimulai dari Pasar PBB, dilanjutkan ke gudang Bulog untuk memastikan ketersediaan beras, gula, dan minyak goreng, kemudian meninjau Pasar Pendopo hingga lokasi terakhir kegiatan pangan murah.

Menurut Siswandoyo, berdasarkan hasil pemantauan menunjukkan harga bahan pokok masih relatif stabil dengan kenaikan kecil sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000, dan paling tinggi sekitar Rp5.000 pada beberapa komoditas tertentu seperti ayam. Sementara itu, kondisi stok pangan di Bulog dinyatakan sangat aman untuk beberapa bulan kedepan.

“Stok beras di Bulog masih cukup untuk empat sampai lima bulan ke depan. Gula dan minyak goreng juga aman. Jadi secara umum ketersediaan pangan daerah kita dalam kondisi aman,” jelas dia.

Ia menambahkan, minyak goreng yang disalurkan pemerintah merupakan minyak penugasan dengan harga sesuai standar nasional, di samping minyak komersial yang juga tersedia di pasaran.

Pemerintah berharap melalui Gerakan Pangan Murah ini masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah selama Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah.