Kuala Kurun (ANTARA) - Bupati Gunung Mas, Kalimantan Tengah Jaya S Monong dan lainnya melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja Pandohop Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Sangal yang terletak di Desa Sangal, Kecamatan Rungan Hulu.
“Gereja yang sebelumnya itu rendah dan sering kena banjir. Akhirnya jemaat GKE Sangal memutuskan untuk pindah lokasi yang bebas dari banjir,” ucap Jaya usai peletakan batu pertama di Sangal, Senin.
Jaya yang juga selaku Ketua Perwakilan Majelis Sinode GKE Wilayah Gunung Mas (Gumas) menyambut baik dan mendukung penuh rencana pemindahan gedung gereja tersebut, demi kelancaran dan kenyamanan jemaat dalam beribadah.
Ia mengajak seluruh masyarakat khususnya jemaat GKE Sangal untuk memperkuat kebersamaan, supaya pembangunan gedung gereja baru dapat cepat selesai dan dimanfaatkan untuk beribadah.
Nantinya, sambung orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kabupaten Gumas ini, pemerintah daerah akan membantu pembangunan gedung gereja Pandohop GKE Sangal, sesuai kemampuan keuangan daerah.
“Tidak hanya GKE yang mendapat bantuan dari pemda, rumah ibadah yang lain juga ada bantuan. Di Kecamatan Rungan Hulu pemda akan membantu pembangunan Balai Kaharingan dan satu Gereja Pantekosta Tabernakel (GPT) juga ada,” ungkap Jaya.
Sementara itu, Ketua Calon Resort GKE Rungan Hulu Pdt Wahyu Krisma Jaya, S.Th menyampaikan jemaat GKE Sangal merupakan satu dari sekian jemaat yang berada di bawah Calon Resort GKE Rungan Hulu.
Saat ini gedung gereja Jemaat GKE Sangal berada di lokasi yang rawan banjir, terlebih letaknya lebih rendah dari badan jalan. Jika hujan turun, gereja biasanya terkena banjir sehingga pelayanan menjadi kurang maksimal bagi puluhan kepala keluarga yang menjadi jemaat di sana.
Selain itu, tuturnya, banjir juga bisa terjadi jika air Sungai Rungan meluap. Jika air Sungai Rungan sudah meluap dan membanjiri gedung gereja, maka pelayanan tidak bisa berjalan.
“Oleh sebab itu jemaat memutuskan membangun gedung gereja baru, ke lokasi yang lebih tinggi supaya bebas banjir,” demikian Pdt Wahyu.