Pulang Pisau (ANTARA) - Wakil Bupati Pulang Pisau Kalimantan Tengah Ahmad Jayadikarta mengatakan kaji tiru ke Kabupaten Bantul, Yogyakarta yang dilakukan Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TPPPS) sebagai upaya pemerintah setempat untuk memperkuat strategi penanganan stunting di Kabupaten Pulang Pisau.
“Kunjungan ini difokuskan pada pendalaman inovasi dan integrasi data yang telah berhasil membawa Kabupaten Bantul menjadi salah satu rujukan nasional dalam menekan angka stunting,” kata Ahmad Jayadikarta di Bantul, Kamis.
Wakil Bupati Ahmad Jayadikarta yang juga Ketua TPPS pemerintah setempat mengungkapkan bahwa pemilihan Kabupaten Bantul sebagai lokasi studi tiru didasari oleh rekam jejak Bantul yang konsisten dalam menurunkan prevalensi stunting sejak tahun 2023 hingga sekarang berada di lima besar daerah Zero Stunting Se-Indonesia melalui program-program berbasis pemberdayaan masyarakat dan digitalisasi data.
"Kami melihat Kabupaten Bantul memiliki komitmen yang sangat kuat, terutama dalam sinkronisasi data dari tingkat desa hingga kabupaten. Hal ini yang ingin kami adaptasi dan implementasikan di Pulang Pisau agar intervensi yang kami lakukan tepat sasaran," ujar Ahmad Jayadikarta
Beberapa poin utama yang dipelajari dalam kunjungan ini, terang dia, meliputi penguatan peran kader Pembangunan Manusia (KPM) dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) di tingkat akar rumput. Strategi kolaborasi pemanfaatan anggaran untuk program padat karya pangan dan gizi serta Penggunaan aplikasi pemantauan tumbuh kembang anak yang memudahkan deteksi dini kasus stunting.
Baca juga: Pansus DPRD Pulang Pisau persiapkan rekomendasi LKPD
Dengan adanya pertukaran ilmu ini, terang Ahmad Jayadikarta, TPPS Kabupaten Pulang Pisau optimis dapat mempercepat langkah-langkah preventif, khususnya dalam mengedukasi masyarakat mengenai pola asuh, pola makan, dan perbaikan sanitasi lingkungan bagi keluarga berisiko stunting.
Wakil Bupati Kabupaten Bantul Aris Suharyanta yang menerima langsung kedatangan rombongan TPPS Kabupaten Pulang Pisau mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan penurunan stunting di wilayahnya bukan hanya terletak pada sektor kesehatan semata, melainkan pada sinergi yang solid antaraperangkat daerah terkait, TP PKK, bersama tokoh masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Bantul menekankan pentingnya aksi konvergensi stunting yang mencakup delapan tahapan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga pemantauan dan evaluasi,” kata Aris Suharyanta.
Kunjungan ini, terang dia, diharapkan tidak hanya menjadi sekadar seremoni, tetapi menghasilkan output konkret bagi Kabupaten Pulang Pisau. Hasil dari studi tiru ini akan dijadikan bahan evaluasi untuk menyusun Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) yang lebih efektif guna mencapai target nasional penurunan stunting sebesar 14% pada tahun mendatang.
Turut mendampingi Wakil Bupati Ahmad Jayadikarta dalam kunjungan kerja tersebut Ketua I TP PKK Dwi Erlina, Kepala Bapperida Bakhzar Efendi Kepala DP3AP2KB dr Pande Putu Gina serta anggota tim TPPPS.
Baca juga: Bupati Pulang Pisau pastikan seleksi JPT Pratama tidak ada titipan
Baca juga: Vikaris Pulang Pisau maknai Paskah bukti kemenangan atas kuasa maut
Baca juga: Pemkab Pulang Pisau berlakukan WFH setiap Rabu