Palangka Raya (ANTARA) - Wali Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), Fairid Naparin menegaskan komitmen pemerintahannya dalam mewujudkan pelaksanaan otonomi daerah (Otda) guna percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Otonomi daerah merupakan instrumen strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Otda harus mampu menghadirkan pelayanan yang cepat, tepat, dan berpihak kepada masyarakat," kata Fairid saat dikonfirmasi terkait peringatan Hari Otonomi Daerah XXX di Palangka Raya, Senin.
Dia mengatakan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam mencapai tujuan pembangunan nasional secara optimal. Untuk itu, Wali Kota Palangka Raya ini juga mendorong jajarannya untuk memperkuat integrasi perencanaan dan penganggaran, reformasi birokrasi berbasis hasil yang didukung digitalisasi, serta peningkatan kemandirian fiskal daerah.
"Kami juga fokus pada program strategis nasional seperti swasembada pangan dan energi, pengelolaan sumber daya air, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta pengembangan kewirausahaan guna membuka lapangan kerja," katanya.
Wali Kota Palangka Raya periode kedua ini juga berharap, momentum peringatan Hari Otonomi Daerah dapat memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.
"Peringatan Hari Otonomi Daerah ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat pemerataan pembangunan, serta memperkokoh sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Baca juga: Pemkot Palangka Raya beri layanan prioritas bagi jamaah haji lansia
Dia menambahkan, melalui otonomi daerah, seluruh jajaran pemerintah daerah juga dituntut untuk terus berinovasi dan menghadirkan pelayanan yang cepat, tepat, dan berpihak kepada masyarakat.
"Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas serta mendukung percepatan pembangunan,” kata Fairid.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, melalui sambutan yang dibacakan Wali Kota Palangka Raya menegaskan, otonomi daerah bukan sekadar pemberian kewenangan kepada pemerintah daerah, tetapi juga tanggung jawab untuk membangun kemandirian dalam pengelolaan sumber daya dan pembiayaan pembangunan.
Selain itu, otonomi daerah merupakan proses yang terus berkembang dan memerlukan penyempurnaan berkelanjutan, terutama dalam penguatan ekonomi daerah.
Dia juga menyoroti pentingnya peran kepala daerah dalam menghadapi berbagai tantangan yang tidak hanya bersifat lokal, tetapi juga nasional dan global.
Tito melalui sambutannya juga mengapresiasi sejumlah kepala daerah yang dinilai mampu menjawab tantangan tersebut serta mengoptimalkan peluang untuk meningkatkan kinerja daerah.
Baca juga: DPRD Kalteng soroti distribusi ikan ke luar daerah
Baca juga: Kerukunan Keluarga Kotawaringin Barat komitmen perkuat peran membangun Kalteng
Baca juga: Pemkot dan Forkopimda Palangka Raya teken komitmen dukung SPMB 2026/2027