Kuala Kapuas (ANTARA) - Bupati Kapuas, Kalimantan Tengah, Muhammad Wiyatno meminta kepada pengurus baru Dewan Pengurus Cabang Organisasi Angkutan Darat (DPC-ORGANDA) periode 2026-2031, agar tetap menjaga kekompakan dan mengantisipasi adanya konflik antar trayek maupun antar PO.
Permintaan tersebut disampaikan Wiyatno melalui pesan tertulis yang dibacakan Kepala Bagian (Kabid) PBJ Setda Kapuas, Sidik Widyanto saat pelantikan DPC Organda Kapuas di Aula Kantor Dinas Perhubungan Kapuas, Senin.
Bupati berpesan juga kepada pengurus Organda, agar menyelesaikan setiap persoalan dengan musyawarah dan kepala dingin," ucapnya.
Menurut dirinya keberadaan ORGANDA memiliki peran strategis, bukan sekadar organisasi pengusaha angkutan, tetapi juga menjadi mitra pemerintah dalam menyediakan layanan transportasi yang aman, nyaman, tertib, dan terjangkau bagi masyarakat Kapuas.
"Jadi, Pemkab Kapuas menyambut baik kepengurusan yang baru. Kami berharap, di bawah kepemimpinan Arjusika Triady AK, ORGANDA Kapuas dapat menjadi organisasi yang solid dan profesional," tandas Sidik.
Sementara itu, Ketua DPC ORGANDA Kapuas, Arjusika Triady, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada dirinya bersama seluruh jajaran pengurus.
Menurut Arjusika, amanah tersebut bukan hal ringan mengingat Kabupaten Kapuas memiliki wilayah yang luas dengan berbagai tantangan transportasi, baik darat maupun sungai.
"Kapuas bukan kabupaten kecil. Wilayahnya luas, dari Kuala Kapuas sampai Mantangai, dari Basarang sampai Pulau Petak. Di setiap jalur itu ada bus, angkot, truk, hingga kelotok angkutan yang menjadi nadi pergerakan ekonomi masyarakat," ujarnya.
Baca juga: Dishub Kapuas serahkan 39 arsip statis untuk disimpan di LKD
Dikatakannya, tantangan transportasi di Kapuas cukup beragam, mulai dari kondisi jalan, persaingan trayek, hingga persoalan BBM subsidi dan retribusi.
"Saya yakin, kalau kita kompak, semua tantangan itu bisa kita hadapi bersama," tambahnya.
Arjusika juga menegaskan bahwa ORGANDA merupakan rumah bersama bagi seluruh pelaku usaha angkutan, tanpa memandang besar kecilnya armada yang dimiliki.
"Tidak ada lagi saling sikut di jalan, tidak ada lagi ribut di grup WA. Kalau ada masalah trayek, setoran, atau persoalan di lapangan, kita selesaikan dengan kepala dingin di kantor DPC. Saya dan pengurus siap menjadi penengah dan pendengar," demikian Arjusika.
Baca juga: Empat utusan Kapuas lolos seleksi Paskibraka Kalteng dan satu wakili ke pusat
Baca juga: Pemkab Kapuas perkuat pembangunan sanitasi lewat PPSP 2026
Baca juga: DPRD Kapuas sampaikan laporan masa Persidangan I Tahun Sidang 2026