Muara Teweh (ANTARA) - Penyelenggarakan pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, 2026 untuk meningkatkan profesionalisme para juru sembelih halal di daerah setempat.
“Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya produk halal, peran seorang juru sembelih halal menjadi sangat vital. Tidak hanya dituntut memiliki keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman agama dan tanggung jawab moral dalam menjalankan tugasnya,” kata Bupati Barito Utara Shalahuddin melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda setempat Eveready Noor di Muara Teweh, Sabtu.
Hal itu disampaikan dia secara resmi membuka kegiatan menyampaikan kebutuhan masyarakat terhadap produk halal terus mengalami peningkatan, sehingga keberadaan juru sembelih halal yang memiliki pengetahuan, keterampilan, serta pemahaman syariat yang baik menjadi sangat penting.
Menurut dia, pelatihan ini bertujuan agar para peserta memahami syariat Islam terkait tata cara penyembelihan hewan secara halal, sekaligus menunjang upaya standardisasi dan sertifikasi juru sembelih halal sebagai bagian dari pemenuhan regulasi halal nasional maupun internasional.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang penyembelihan halal, sehingga mampu mendukung terwujudnya produk halal yang terpercaya dan berdaya saing," katanya.
Bupati melalui Asisten juga berharap para peserta nantinya memiliki keterampilan praktis dalam proses penyembelihan hewan yang baik dan benar sesuai aspek syar’i, higienis, serta memperhatikan animal welfare atau kesejahteraan hewan.
“Yang terpenting, peserta dapat menjadi sumber daya manusia yang kompeten agar mampu memastikan produk daging yang dihasilkan benar-benar halal dan thayyib, yakni baik dan layak konsumsi,” tambahnya.
Dia berharap pelatihan tersebut menjadi salah satu langkah besar Kabupaten Barito Utara dalam mendukung visi Indonesia sebagai pusat industri halal dunia melalui penguatan rantai pasok pangan halal dari hulu hingga hilir.
"Kami juga mengingatkan tugas sebagai juru sembelih merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan niat ibadah, penuh tanggung jawab, dan integritas," kata dia.
Pelatihan yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Barito Utara yang diikuti unsur MUI kabupaten dan kecamatan, Dewan Masjid Indonesia, pengurus Juleha, takmir masjid, mushalla, langgar, serta panitia ibadah kurban dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 170 orang di Masjid Raya Shiratal Mustaqim Muara Teweh.
Kegiatan ini mengusung tema “Management Qurban Pada Pelaksanaan Idul Adha” dengan subtema “Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) Bagi Takmir Masjid dan Panitia Qurban Dalam Mengelola Ibadah Qurban”.
"Pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan juru sembelih dalam memastikan proses penyembelihan hewan sesuai syariat Islam, higienis, serta memperhatikan kesejahteraan hewan atau animal welfare," kata Ketua MUI Barito Utara KH. Rusmadi Darsani.
Baca juga: MUI Barito Utara siap gelar pelatihan juru sembelih halal hewan kurban
Menurut Rusmadi, penyembelihan hewan kurban bukan sekadar proses memotong hewan, tetapi merupakan bagian dari ibadah yang memiliki ketentuan syariat dan titik kritis halal-haram.
“Penyembelihan harus dilakukan dengan menyebut nama Allah, menggunakan alat yang tajam, serta dilaksanakan dengan cara yang baik atau ihsan,” ujarnya.
Rusmadi menekankan kehalalan daging kurban tidak hanya ditentukan oleh jenis hewannya, tetapi juga sangat bergantung pada keabsahan proses penyembelihannya.
“Penyembelihan harus memenuhi rukun dan syarat, yakni memotong saluran napas, saluran makan, dan dua urat nadi menggunakan pisau yang tajam,” jelasnya.
Selain aspek halal, ia juga mengingatkan pentingnya prinsip thayyiban atau higienitas dalam proses penyembelihan. Hewan kurban, kata dia, harus dipastikan dalam kondisi sehat, tidak stres, dan diproses secara ASUH yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal guna menjaga kualitas daging yang dihasilkan.
Tidak hanya itu, Ketua MUI Barito Utara tersebut juga menyoroti pentingnya etika ihsan atau kesejahteraan hewan dalam proses penyembelihan. Ia mengingatkan agar pisau tidak diasah di depan hewan kurban dan penyembelihan tidak dilakukan di hadapan hewan lain yang sedang menunggu giliran disembelih.
Menurut dia, pelatihan Juleha ini juga bertujuan membekali panitia kurban agar tidak hanya memiliki keberanian dalam menyembelih, tetapi juga memahami fiqih serta teknik penyembelihan yang benar sehingga ibadah kurban dapat sah dan diterima Allah SWT.
“Kami berharap para pengurus, takmir masjid, panitia kurban, dan juru sembelih dapat menjadi Juleha yang amanah. Pastikan setiap takbir yang dikumandangkan saat penyembelihan dibarengi teknik yang benar dan sempurna,” katanya.
Pelatihan menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Juru Sembelih Halal Indonesia (Juleha Pusat), Ketua Umum Dewan Pimpinan Wilayah Juleha Kalteng, tim teknis dan peralatan penyembelihan, dokter hewan dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Barito Utara, serta Ketua Komisi Fatwa MUI Kabupaten Barito Utara.