
Akademisi : Peran Perempuan Dalam Politik Menarik Diamati

Itu yang terpenting. Dan itu pula yang menarik untuk diamati,â€
Palangka Raya, 13/3 (ANTARA) Pembantu Dekan satu (PD1) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Kristen (Unkrip) Palangka Raya Jhon Retei Alfrisandi, mengemukakan bahwa adanya beberapa perempuan yang maju di pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada 2013, membuat perpolitikan di Kalimantan Tengah (Kalteng) menarik untuk diamati.
Banyak kalangan menilai bahwa masyarakat, khususnya suku Dayak di Kalteng. cenderung tidak memberikan kesempatan kepada perempuan berkiprah di dunia politik. Apalagi, sejak Provinsi Kalteng berdiri, belum pernah ada perempuan yang memimpin, katanya di Palangka Raya, Rabu.
Ia mengatakan, ada tiga perempuan yang maju sebagai calon kepala daerah, dua di Palangka Raya, dan satu di Barito Timur (Bartim). Hal itu tentu menjadi objek yang bagus untuk diamati.
Perempuan yang maju sebagai bakal calon Wali Kota di Pilkada Palangka Raya pada 5 Juni 2013, yakni Tuti Dau berpasangan dengan Maryono, dan Faridawaty Darland Atjeh berpasangan dengan Sodikul Mukmin. Kemudian, Calon Bupati Bartim Pancani Gandrung berpangan dengan Zain Alkim.
Untuk itu, ketiga perempuan yang maju tersebut dapat dijadikan ukuran melihat kesungguhan partai politik dalam mendukung, dan berlangsungnya proses demokrasi di Provinsi Kalteng.
Majunya perempuan bukan tentang gender, tapi siapa yang mampu berbuat, membangun dan mensejahterakan masyarakat. Itu yang terpenting. Dan itu pula yang menarik untuk diamati, ucap Jhon yang juga Ketua GAMKI Kalteng.
Ketua GAMKI Palangka Raya Raih Hans Kusuma menambahkan, diselenggarakannya diskusi bertema Kiprah perempuan dalam arena politik di Kalimantan Tengah, tidak berkaitan dengan Pilkada.
GAMKI Kalteng hanya memfasilitasi berbagai pihak untuk berpikir dan mengenal lebih jauh visi dan misi, program serta kehidupan kaum perempuan yang maju sebagai calon kepala daerah.
GAMKI ingin memberikan kontribusi terhadap kemajuan pembangunan, khususnya demokrasi Kalteng. Mengenai perbedaan pandangan tentang pemimpin perempuan, hal yang wajar. Itu yang ingin kita diskusikan, pungkas Raih.
Pewarta : Oleh: Jaya Wirawana Manurung
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
