Logo Header Antaranews Kalteng

Kiat Agar Tetap Bugar Selama Ramadhan

Kamis, 18 Juli 2013 12:55 WIB
Image Print
Ilustrasi (healthcaretipsguide.blogspot.com), Istimewa

Jakarta (ANTARA News) - Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama mengatakan, ada sejumlah kiat yang dapat dilakukan untuk tetap dapat menjaga kesehatan dan bugar selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

"Bagi penyandang penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, asma, dan PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik) masih tetap dapat menjalankan puasa dengan normal dan dapat memperhatikan beberapa hal," kata Tjandra dalam surelnya di Jakarta, Kamis.

Tjandra menyebut kiat-kiat yang dapat diperhatikan untuk tetap bugar dalam menjalankan ibadah puasa, termasuk bagi para penyandang PTM, pertama adalah berbuka puasa dengan air putih, dan makanan manis yang berasal dari buah-buahan, kurma dan lain-lain.

Setiap kali berbuka puasa dan sahur, minimal harus ada satu jenis makanan yang berasal dari empat kelompok makanan yaitu (beras, jagung, roti, ubi), lauk-pauk (tempe, tahu, ikan, ayam, susu dan hasil olahannya), sayur (semua jenis sayur-sayuran) dan buah (semua jenis buah-buahan).

"Khusus untuk buah, makan satu kali atau satu porsi lagi setelah shalat tarawih atau menjelang tidur," ujar Tjandra.

Hal lain yang dapat dilakukan untuk dapat tetap menjaga kebugaran selama bulan puasa adalah dengan menghindari makan makanan yang terlalu asin dan tinggi lemak setiap hari, baik pada saat berbuka puasa maupun sahur.

Asupan cairan juga harus tetap diperhatikan dengan memperbanyak minum air putih 8-10 gelas mulai buka puasa sampai waktu sahur.

Tjandra juga mengingatkan agar konsumsi rokok dihindari. "Asap rokok membahayakan diri anda dan orang-orang sekitar anda, hentikan merokok sekarang juga. Bulan Puasa merupakan saat yang tepat untuk berhenti merokok, sehingga pada bulan-bulan berikutnya akan lebih mudah meninggalkan perilaku tersebut," ujar Tjandra.

Selain itu, ia menyarankan agar kegiatan fisik sehari-hari tidak ditinggalkan selama bulan puasa, meskipun kadar kegiatannya juga perlu dijaga agar tidak mengalami kelelahan berlebihan.

Sementara itu, minuman beralkohol juga diharapkan untuk dihindari selama berpuasa.

Kemudian, hindari stres. Ia mengatakan masyarakat perlu mengatasi stres antara lain dengan memperdalam agama dan memperbanyak ibadah, agar selalu bugar selama berpuasa.

Pemeriksaan tekanan darah bagi penderita hipertensi dan gula darah bagi penyandang diabetes, serta untuk penyakit tak menular lainnya juga perlu dilakukan rutin saat Ramadhan.

"Kenali tanda-tanda penyakit, baik hipertensi, hipoglikemi dan gejala penyakit tidak menular lainnya. Kenali juga tanda-tanda kegawatdaruratan penyakit tidak menular yang mungkin terjadi," kata Tjandra.

Sementara jika diperlukan obat-obatan seperti untuk hipertensi, diabetes, asma dan PPOK diharap untuk menyesuaikan jadwal minum obat selama bulan puasa, misalnya saat berbuka puasa, sebelum tidur dan sahur, serta minum secara teratur sesuai anjuran dokter/petugas kesehatan dan tidak lupa untuk mendiskusikan dengan dokter/petugas kesehatan untuk adanya keluhan.



Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026