
DPRD Kotim Setujui Dana Hibah Lapas Sampit

Sampit, Kalteng, 16/8 (Antara)- DPRD Kabupaten Kotawaringin, Timur Kalimantan Tengah, menyetujui danahibah untuk penambahan fasilitas keamanan dan air bersih di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Sampit.
"Pelaksanaan sarana air bersih oleh Dinas Pekerjaan Umum nanti akan dihibahkan karena mereka instansi vertikal, sedangkan pengadaan CCTV (closed circuit television) nanti hibah dari DPKAD," kata Ketua DPRD Kotim, Jhon Krisli di Sampit, Jumat.
Dana bantuan tersebut akan dianggarkan dalam APBD Perubahan 2013 Kabupaten Kotim yang akan direalisasikan tahun ini. Untuk pengadaan CCTV dialokasikan Rp 100 juta, sedangkan pengadaan sarana air bersih berupa sumur bor Rp 150 juta.
Jhon Krisli sudah sering meninjau kondisi Lapas yang menampung narapidana dari Kotim dan titipan dari kabupaten tetangga yakni Katingan dan Seruyan. Dia mengaku prihatin dengan kondisi Lapas saat ini karena sudah jauh melebihi kapasitas.
"Informasi yang saya terima, Lapas Sampit dihuni sekitar 430 orang, jauh melampaui kapasitas normalnya (200 orang). Ini tentu menjadi perhatian kita bersama untuk membantunya," kata Jhon Krisli.
Ditanya apakah DPRD akan membantu terkait penambahan ruangan di Lapas tersebut, Jhon akan mempertimbangkannya. Namun saat ini, bantuan yang diminta pihak Lapas hanya pengadaan CCTV dan sarana air bersih, dan itu langsung disetujui oleh DPRD Kotim.
Sebelumnya, Kepala Lapas Kelas II B Sampit, Supari menemui Jhon Krisli pada awal Juli lalu. Dia berharap DPRD membantu kebutuhan yang mendesak bagi Lapas, khususnya sarana air bersih, apalagi saat itu terjadi kerusuhan di Lapas Tanjung Gusta Medan yang salah satu pemicunya juga masalah air bersih.
Dijelaskan Supari, selama ini Lapas Sampit sudah mendapat pasokan air bersih dari PDAM Dharma Tirta Sampit. Namun, pasokan air masih terbatas, apalagi jumlah warga binaan setempat sangat banyak yakni 452 orang.
Sampai saat ini para warga binaan alias narapidana tetap bisa mandi secara rutin dua kali sehari. Namun karena pasokan air yang terbatas, ratusan warga binaan tersebut terpaksa harus antre untuk mendapat giliran mandi karena pasokan air tidak sebanding.
Untuk itulah pihaknya mengusulkan bantuan kepada pemerintah daerah untuk pembuatan sumur artesis atau sumur bor. Jika ada sumur bor, maka akan ada tambahan pasokan air selain suplai dari PDAM yang selama ini digunakan di Lapas setempat.
Selama ini kondisi Lapas Kelas IIB Sampit sangat kondusif. Pendekatan persuasif yang dilakukan pihak Lapas cukup efektif dalam rangka pembinaan sehingga warga binaan terus berupaya memperbaiki diri selama menjalani masa hukuman.
"Kami sudah ada mendengar soal kemungkinan disetujuinya usulan bantuan itu. Mudah-mudahan bisa direalisasikan," kata Supari.
(T.KR-NJI/B/B015/B015)
Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
