Logo Header Antaranews Kalteng

5.712 Hektare Kebun Sawit Plasma Untuk Masyarakat

Selasa, 11 Februari 2014 12:07 WIB
Image Print
Ilustrasi, perkebunan kelapa sawit, (Istimewa)

Palangka Raya (Antara Kalteng) - Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Lifere Agro Kapuas membangun seluas 5.712 hektare kebun plasma dengan melibatkan sebanyak 2.856 masyarakat tani desa Menteng Karya, Kecamatan Dadahup Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Chief executive officer PT LAK Hari Witono melalui surat elektronik di Palangka Raya, Selasa mengatakan penandatanganan kerja sama pembangunan kebun sawit plasma itu merupakan kelanjutan program sebelumnya yang sedang dilakukan di daerah tersebut.

Sampai awal tahun 2014, PT. LAK telah menanam kelapa sawit seluas 9.785 Ha, diantaranya 4.973 Ha merupakan kebun Plasma milik masyarakat yang tersebar di sembilan desa dan empat kecamatan, yaitu Desa Suka Maju, Warga Mulya, Lamunti Baru, Sari Makmur, Kecamatan Mantangai.

Petani di Desa Basuta Raya, Kecamatan Kapuas Barat, Desa Dadahup Raya, Menteng Karya Kecamatan Dadahup, Desa Bumi Rahayu dan Manggala Permai Kecamatan Kapuas Murung. Masyarakat di desa inilah yang membentuk Koperasi Kamanda Sejahtera Bersama yang bermitra dengan PT. LAK.

Berkaitan pembangunan perkebunan kelapa sawit plasma tersebut, telah ditandatangani perjanjian kerja sama antara PT Lifere Agro Kapuas, Koperasi Kamanda Sejahtera Bersama dan Bank BRI Cabang Kuala Kapuas belum lama ini.

Dalam kerja sama tersebut masing-masing pihak memiliki peran yang satu sama lain saling bersinergi. Pihak koperasi berperan mengkoordinir petani pemilik lahan yang akan dibangun, PT LAK berperan sebagai pengembang kebun kelapa sawit dan Bank BRI berperan memberikan pembiayaan untuk pembangunan kebun kelapa sawit melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Pada acara yang dihadiri pejabat desa, Kecamatan, dan pejabat Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Dinas Transmigrasi dan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi serta Pejabat Bank Rakyat Indonesia Kantor Wilayah Banjarmasin.

Hari Witono mengatakan, kerja sama ini melibatkan 2.856 petani, yang masing-masing meniliki dua Ha lahan, sehingga luas kebun plasma akan dibangung 5.712 Ha. Sebagian sudah mulai dibangun, dan sampai 31 Desember 2013 sudah tertanaman 4.973 Ha.

Sebelum adanya kerja sama ini, pembiayaan kebun plasma ditalangi perusahaan. Selain membangun kebun plasma, PT. LAK juga sudah menanam kebun inti seluas 4.812 Ha pada akhir 2013. Selain membangun kebun plasma, PT LAK juga berkerja sama dengan pemerintah desa memanfaatkan tanah kas desa (TKD) menjadi kebun kelapa sawit.

"Pembangunan kebun kelapa sawit ini merupakan salah satu Program CSR PT. LAK," kata Hari seraya menambahkan bahwa pembangunan kebun kelapa sawit dalam bentuk plasma tersebut merupakan bagian dari kewajiban perusahaan.

Sementara Kepala Bagian Kredit BRI Kantor Wilayah Banjarmasin Darmanto mengatakan, kredit usaha rakyat yang diberikan kepada para petani mitra PT LAK dimaksudkan untuk mendorong percepatan pembangunan kebun plasma, sehingga masyarakat dapat segera menikmati manfaat kebun sawit dan meningkatkan produktivitas lahan yang selama ini tidak dimanfaatkan secara optimal (lahan tidur).

BRI berkomitmen membiayai kebun plasma berapapun luasnya karena plafon pembiayaan untuk tahun 2014 tidak dibatasi dan disesuaikan dengan potensi lahan yang ada. Poin pentingnya adalah kerja sama kelompok tani dengan koperasinya, perusahaan dengan profesional.

Impian masyarakat

Ketua Koperasi Kamanda Sejahtera Bersama Nur Mubin mengatakan, anggota koperasi merasa senang memperoleh komitmen dari Bank BRI untuk pembangunan kebun plasma. Kucuran kredit ini merupakan impian masyarakat untuk menikmati manisnya hasil kebun kelapa sawit segera terwujud.

Warga peserta yang menjadi mitra PT LAK merupakan petani transmigran yang pada awalnya ditempatkan sebagai petani padi pada lahan usaha II (LU 2) seluas dua Ha. Namun pada kenyataannya, LU 2 yang dirancang sebagai sawah tidak menghasilkan secara ekonomis, dan akhirnya kebanyakan petani membiarkan lahan yang dimilikinya tidak dikelola dan sebagian berubah menjadi hutan galam.

"PT LAK mengajukan izin pengelolaan lahan LU 3 bermitra dengan transmigran. Izin Pelaksanaan Transmigrasi (IPT) diperoleh dari Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta izin dari Pemerintah Kabupaten Kapuas, PT LAK memperoleh seluas 20.000 Ha untuk dikembangkan menjadi kebun kelapa Sawit," kata Hari.

Kepala Dinas Transmigrasi Kabupaten Kapuas Rahmadi Muan menyampaikan terima kasih atas kerja sama saling menguntungkan itu. Kepada PT LAK disampaikan apresiasi karena sudah mendapatkan IPT dan menyampaikan harapannya agar perusahaan lain yang beroperasi di Unit Pemukiman Transmigran (UPT) wilayah lain dapat mencontoh PT. LAK.

Rahmadi juga berharap kiranya kerja sama tersebut dapat terus ditingkatkan di mana PT. LAK sebagai perusahaan inti dapat terus mengayomi masyarakat sekitar dengan selalu berpedoman terhadap kearifan lokal dan adat istiadat setempat.

(T.S019/B/I006/I006)



Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026