Logo Header Antaranews Kalteng

Redd+ Latih 25 Guru Program Sekolah Hijau

Senin, 22 September 2014 16:36 WIB
Image Print

Palangka Raya (Antara Kalteng) - Badan Pengelola Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation Plus (REDD+) melatih 25 guru di Kalimantan Tengah agar selaku pendidik memahami program sekolah hijau secara mendalam.

"Guru-guru yang mengikuti pelatihan sekolah hijau itu berasal dari tujuh kabupaten yang telah menandatangani nota kesepahaman dengan BP REDD+. Ketujuh kabupaten tersebut adalah Pulang Pisau, Kuala Kapuas, Katingan, Kotawaringin Timur, Barito Selatan, Gunung Mas, dan Murung Raya," kata Penanggung Jawab Program Sekolah Hijau BP REDD+, Aulia Wijiasih, di Palangka Raya, Senin.

Menurutnya program pelatihan sekolah hijau itu dirancang untuk membangun kesadaran masyarakat sehingga apa yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari ramah lingkungan.

Konsep itu sekaligus untuk membangun kebijakan yang sesuai dengan pembangunan berkelanjuan dengan mengedepankan pembentukan nilai, mengangkat kearifan budaya lokal, keragaman hayati dan lingkungan sebagai sumber belajar.

"Kami ingin sekolah hijau tersebut bukan hanya dilihat dari kebersihan lingkungan sekitar dan banyaknya pepohonan, tapi juga secara keseluruhan dari pola pikir, perilaku yang harus dimulai oleh pengurus sekolah yang kemudian ditularkan kepada siswa-siswinya," ucap Aulia disela-sela kegiatan.

Aulia menilai saat ini para pelajar sangat terbebani dengan nilai standar kelulusan, sehingga tidak ada lagi yang berpikir terkait dengan pengelolaan lingkungan yang baik dan sehat.

Seharusnya sekolah-sekolah tidak hanya membebani siswa-siswi tersebut dengan target nilai kelulusan, tapi juga harus bisa membuat pola pikir dan tingkah laku yang peduli dengan lingkungan berdasarkan norma serta kaidah kehidupan di masyarakat.

"Ketika tidak ada lagi yang peduli dengan pengelolaan lingkungan, maka dapat dipastikan kehidupan umat manusia di muka Bumi terancam sulit. Untuk itu harus ada pihak yang sejak dini mengingatkan para generasi muda mengenai kepedulian lingkungan," jelas Aulia.

Pelatihan sekolah hijau (Green School) tersebut bertujuan memberi wawasan kepada para pendidik untuk melihat sesuatu secara luas tidak hanya terbatas pada satu bidang pelajaran.

Hal itu sesuai dengan salah satu tujuan pelatihan sekolah hijau di Provinsi Kalteng yaitu membangun kesadaran dan melakukan aksi nyata sesuai prinsip pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Pelatihan tersebut dilaksanakan dari 22-24 September 2014.

(T.BK07/B/A013/A013)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026