
Empat PSK Di Barsel Positif HIV/AIDS

Buntok, Kalteng 1/12 (Antara)- Bupati Barito Selatan Ir HM Farid Yusran mengungkapkan bahwa berdasarkan data Dinas Kesehatan dari tahun 2012 hingga 2014 ada empat pekerja Seks Komersial positif terinfeksi Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS).
"Hendaknya data ini menjadi perhatian bagi semua untuk mewaspadainya," kata Farid Yusran saat upacara peringatan hari Kesehatan ke-50, Hari Guru dan PGRI ke-69, HUT Korpri ke-43 serta Hari AIDS sedunia di Buntok, Senin.
Menurut dia, untuk mengurangi atau bahkan menyelesaikan permasalahan tersebut, selain kerjasama lintas sektor serta strategi nasional yang terkoordinasi dan bersinergi dari tingkat pusat hingga daerah juga diperlukan kepedulian masyarakat luas.
Dia mengatakan sinergitas dan kerjasama seluruh elemen masyarakat dan unsur pemerintah diberbagai level itu kata dia, mutlak diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
"Hal itu dilakukan untuk menjaga agar masyarakat terutama generasi muda penerus bangsa terhindar dari kehancuran akibat terinfeksi HIV/AIDS," katanya.
Pada kesempatan itu Bupati mengajak kepada seluruh masyarakat di wilayah setempat untuk terus memperkuat keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan yang maha esa.
"Hindarilah gaya hidup salah, menyimpang dan merusak yang bisa berpotensi menjadi pencetus HIV/AIDS," ujarnya.
Sementara Kabid Penanggulangan Masalah Kesehatan, Dinas Kesehatan Barsel, dr Djul Karnadia Palar menjelaskan empat orang itu diketahui berdasarkan hasil sero survey.
"Hasil sero survey tahun 2012 ditemukan tiga orang positif terinfeksi HIV/AIDS dan pada tahun 2013 ditemukan satu orang, sedangkan pada tahun 2014 ini tidak ditemukan," ungkapnya.
Ia mengatakan sero survey itu dilaksanakan oleh pihaknya disejumlah ditempat yang beresiko tinggi penyebaran penyakit yang sangat berbahaya tersebut seperti dilokalisasi.
(T.KR-BYU/B/J008/J008)
Pewarta : Bayu Ilmiawan
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
