
KNPI Imbau Pemuda Tidak Terkecoh Organisasi Terlarang

Kita masuk ke desa-desa untuk memberi pemahaman kepada masyarakat terkait ancaman organisasi-organisasi terlarang,"
Sampit (Antara Kalteng) - Komite Nasional Pemuda Indonesia Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mengajak pemuda berhati-hati memutuskan bergabung dalam sebuah organisasi agar tidak terkecoh organisasi terlarang.
"Kalau bisa sebelum ikut organisasi, bagi pemuda, apapun itu bisa melihat dasar-dasar didirikannya organisasi itu. Lihat juga siapa yang pernah ikut organisasi tersebut sehingga output yang diinginkan terpenuhi," kata Ketua DPD KNPI Kotawaringin Timur (Kotom) Endra Rosana di Sampit, Senin.
Kembali mencuatnya masalah organisasi terlarang dan kelompok teroris, menimbulkan keprihatinan. Apalagi umumnya yang menjadi target perekrutan anggotanya adalah kalangan pemuda.
Usia produktif sangat berpotensi dalam pengembangan gerakan atau sebuah organisasi. Selain itu, kondisi kejiwaan seorang pemuda yang terkadang emosional, menjadi target bagi kelompok tertentu dengan mudah membawa ajaran atau doktrin tertentu yang bisa saja menyesatkan.
Saat ini Indonesia sedang dibuat repot oleh aktivitas sebuah organisasi terlarang yaitu Gerakan Fajar Nusantara atau Gafatar. Organisasi ini sempat mencari legalitas dengan mendaftar ke Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kotawaringin Timur, namun langsung ditolak karena telah dinyatakan sebagai organisasi terlarang.
Beberapa hari lalu nama Kotim juga sempat menjadi perhatian. Penyebabnya, salah satu terduga pelaku bom di Jalan MH Thamrin, Jakarta yang tewas saat kejadian, ditemukan menggunakan identitas beralamat Jalan Jenderal Sudirman km 18 Sampit.
Pemuda asal Jawa Tengah bernama Dian Juni Kurniadi itu diketahui ternyata memang sempat dua tahun bekerja di sebuah perusahaan peternakan ayam di daerah ini.
Endra mengajak masyarakat, terlebih kaum pemuda untuk lebih teliti mendalami latar belakang organisasi yang akan mereka ikuti. Jangan sampai niat baik beroganisasi malah menjerumuskan pada kegiatan terlarang karena ketidaktahuan atau terkecoh bujuk rayu ikut organisasi terlarang.
Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan meminta segenap elemen masyarakat di Kotim sama-sama menangkal masuknya kegiatan organisasi atau kelompok terlarang dan teroris. Caranya dengan mencari tahu dan meneliti kegiatan yang dilakukan kelompok tersebut.
"Kami tetap mewaspadai organisasi terlarang ini. Kamuflase rekrut berbeda karena ditawarkan berbeda. Awalnya memikat, namun belakangan menyimpang dari ajaran agama dan aturan organisasi. Kita masuk ke desa-desa untuk memberi pemahaman kepada masyarakat terkait ancaman organisasi-organisasi terlarang," tegas Hendra.
Pewarta : Norjani
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
