Logo Header Antaranews Kalteng

Harga Daging Sapi Di Buntok Rp140.000/Kg

Senin, 6 Juni 2016 16:22 WIB
Image Print
Daging sapi. (istimewa)

Buntok (Antara Kalteng) - Harga daging sapi di kota Buntok, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah hingga kini masih bertahan pada harga Rp140 ribu per kilogram.

"Harga daging sapi Rp140 ribu/kg tersebut pernah terjadi sehari setelah Idul Fitri tahun lalu," kata salah seorang pedagang daging sapi di Pasar sayur dan Ikan (Saik) Beringin Buntok, Basri, Senin.

Ia mengatakan, semenjak Lebaran tahun lalu hingga kini, harga jual daging sapi masih bertahan dan belum ada penurunan, padahal sebelumnya mereka menjual dengan harga Rp130 ribu/kgnya.

Pantauan Antara di pasar Sayur dan Ikan (Saik) Buntok, harga jual daging ayam potong mengalami kenaikan dalam seminggu terakhir dari Rp30.000 menjadi Rp38.000 per kilogram.

"Kenaikan harga ini karena pihak distributor di Kalimantan Selatan (Kalsel) menaikkan harga jual ayam hidup," kata pedagang daging ayam, Fitria.

Sedangkan untuk harga sembilan bahan pokok lainnya masih relatif stabil dan ada beberapa jenis saja yang mengalami kenaikan, namun tidak signifikan seperti telur gula dan minyak goreng.

"Harga gula mengalami kenaikan dalam seminggu terakhir ini dari Rp15.500 menjadi Rp16.000 dan untuk minyak goreng dari Rp12.000 menjadi Rp13.000/liternya," kata Hj Juhainah.

Menurut dia, selain ada yang mengalami kenaikan, ada juga yang harganya yang mengalami penurunan dalam seminggu terakhir ini seperti bawang merah dan bawang putih.

"Bawang merah dari Rp45.000/kg turun menjadi Rp35. 000/kg dan bawang putih dari Rp40 ribu menjadi Rp35.000 dalam per kilogram," tambahnya.

Sementara untuk harga telur ayam ras, juga mengalami kenaikan Rp100 dalam per butirnya dari Rp1.400 - 1.500/butir naik menjadi Rp1.600 hingga Rp1.700/butir dan untuk telur itik bertahan Rp2.500/ butirnya.

"Harga beras hingga saat ini masih bertahan dan tidak ada kenaikan, seperti beras siam mantik Rp 220 ribu/15 kg. Beras unus mayang super top Rp 260 ribu/15 kgnya," kata pedagang beras dan telur, Abah Moli.



Pewarta :
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026