
Kok Bisa! Kotawaringin Timur Kekurangan Tenaga Kerja Pertanian, Solusinya Apa?

Sampit (Antara Kalteng) - Upaya peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, sedikit terkendala oleh kurangnya tenaga kerja sehingga berpengaruh terhadap efektivitas dan hasil panen.
"Saya sudah melihat sendiri di kawasan Selatan, saat pascatanam itu mereka sering kekurangan tenaga kerja padahal lahan yang dibuka sangat luas. Ini harus dicarikan solusinya, apalagi mengingat dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJM) kita menargetkan membuka 27.000 hektare," kata anggota Fraksi Demokrat, Hamsin di Sampit, Senin.
Kotawaringin Timur sedang gencar mendorong peningkatkan sektor pertanian, khususnya untuk mengejar target swasembada beras pada tahun depan. Selain perluasan areal tanam, upaya yang dilakukan adalah dengan memanfaatkan teknologi pertanian.
Kekurangan tenaga kerja dikhawatirkan akan mengganggu upaya tersebut. Perlu solusi agar target peningkatan produksi pertanian bisa tercapai dan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
"Saya mengusulkan kita lakukan transmigrasi kembali sebagai solusi untuk mengurangi kekurangan tenaga kerja di bidang pertanian. Saya yakin nanti itu akan banyak membantu percepatan peningkatan sektor pertanian," kata Hamsin yang merupakan anggota Komisi I.
Dia mengapresiasi program kerja-program kerja yang dibuat pemerintah daerah untuk mengakhiri berbagai ketergantungan dari luar daerah, salah satunya dalam hal pemenuhan beras. Program itu sudah termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Selama ini Kotawaringin Timur masih kekurangan berbagai kebutuhan seperti beras, sayuran, daging sapi dan ayam serta komoditas lainnya. Untuk mencukupi kebutuhan, terpaksa didatangkan dari luar daerah namun imbasnya harga menjadi tinggi.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kotawaringin Timur, Burhanudin mengakui kendala itu. Masalah itu menjadi perhatian pihaknya karena cukup terasa dampaknya di lapangan.
"Memang benar, lahan yang kita buka cukup luas. Kami sedang menjajaki solusi soal kekurangaan tenaga pertaniaan ini," kata Burhanudin.
Pemerintah daerah sudah membuat perencanaan dalam RPJMD terkait pembangunan sektor pertanian. Kemungkinan munculnya berbagai kendala juga menjadi perhatian untuk diantisipasi agar tidak sampai mengganggu pencapaian target.
Pewarta : Norjani
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
