Logo Header Antaranews Kalteng

Polres Barito Utara Terapkan Program SIP

Selasa, 18 April 2017 06:58 WIB
Image Print
Kapolres Barito Utara AKBP Tato Pamungkas Suyono dan perwira lainnya foto bersama dengan anggota PWI setempat di sekretariat PWI Barito Utara di Muara Teweh, Senin. (Istimewa)

Muara Teweh (Antara Kalteng) - Polres Barito Utara, Kalimantan Tengah, menerapkan program Solid, Ikhlas, dan Proaktif (SIP) bagi anggotanya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat setempat.

"Program ini akan dikembangkan, di mana polisi hadir pada saat ada masalah dengan membuka diri kepada seluruh masyarakat," kata Kapolres Barito Utara AKBP Tato Pamungkas Suyono saat pertemuan dengan para wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia setempat di sekretariat PWI di Muara Teweh, Senin.

Menurut Tato, arti solid adalah hubungan kuat antara polisi dengan masyarakat baik, pemerintah ulama, dan juga berkaitan dengan wartawan.

Ia mengatakan ikhlas berarti setiap menjalankan tugas dengan nilai-nilai agama di Polres Barito Utara, ketika mau masuk waktu shalat, maka semua pekerjaan dihentikan. Hal itu ditanamkan di semua anggota agar bekerja tanpa pamrih.

"Anggota polisi perlu melebur dengan masyarakat sehingga dalam melaksanakan tugasnya benar-benar menjadi abdi kepada masyarakat," katanya dalam pertemuan itu yang didamping Ketua PWI Barito Utara Roby Cahyadi.

Kapolres Barito Utara menjelaskan untuk proaktif artinya polisi dengan gaya polisi sekarang sudah berbeda. Kalau polisi pada masa lalu reaktif, yakni setiap ada masalah baru datang, namun sekarang harus proaktif dan selalu hadir.

Hal itu, katanya, merupakan motto hidup anggota Polres Barito Utara. Setiap momentun, polisi selalu ada, baik dalam kondisi masyarakat yang susah maupun senang.

Ia menjelaskan anggota polisi berdiri di tengah masalah tersebut.

Ia mencontohkan bagi masyarakat yang mengalami kesedihan, yakni ada kematian, polisi harus hadir, mengikuti acara tahlilan. Begitu juga dengan hajatan lainnya.

"Salah satu contoh ada kapolsek di Kecamatan Gunung Purei bersama-sama masyarakat menggotong peti jenazah, ikut juga mengubur. Nah itu yang diharapkan seperti itu, polisi yang bisa hadir di tengah semua kehidupan masyarakat," katanya.

Pada kesempatan itu, Tato meminta para wartawan membantu edukasi kepada masyarakat, karena wartawan merupakan corong untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.

Ia menyebut bahwa tanpa media informasi kepada warga tidak tersampaikan secara optimal.

"Mengingat personel Polres Barito Utara tidak bisa maksimal mengakomidir semua wilayah yang ada di daerah ini," ujarnya.

Dalam silaturahim dengan para awak media itu, Kapolres Tato didampingi Wakapolres Kompol Witdiardi, Kabag Operasi Kompol R. Andri Samudra Yudhapatie, Kapolsek Teweh Tengah Kompol Januar Kencana Setia, dan sejumlah perwira kepolisian setempat lainnya.



Pewarta :
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026