Hotel di Sampit ramai-ramai bantu pelaku UMKM

id hotel di sampit,UMKM kotim,UMKM

Produk UMKM Kotawaringin Timur cukup beragam dan kualitasnya tidak kalah bersaing dengan produk UMKM dari luar daerah. (Foto Jurnalis Warga)

Sampit (Antaranews Kalteng) - Pengusaha perhotelan di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng, beramai-ramai menunjukkan keberpihakannya terhadap pengembangan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di daerah itu.

"Kami sangat senang dengan respons positif pengusaha perhotelan yang kini gencar mendukung dan memberdayakan UMKM daerah sendiri. Ini dampaknya sangat bagus bagi pengembangan UMKM dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi kerakyatan," kata Ketua Aliansi Penggerak Industri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (API UMKM) Kotawaringin Timur, Ahmad Sofyan di Sampit, Senin.

Saat ini sejumlah hotel besar sudah menggunakan berbagai produk yang dihasilkan oleh pelaku UMKM lokal. Seperti, perabot, hiasan ruangan hingga camilan dan produk kuliner lainnya.

Sofyan yang merupakan Manajer Grand Hotel Sampit, juga telah mewujudkan dukungannya terhadap dunia UMKM Kotawaringin Timur. Selain secara pribadi terjun langsung membantu pembinaan pelaku UMKM, Sofyan juga membantu mempromosikan produk UMKM melalui etalase yang disiapkan di lobi hotel yang dikelolanya.

"Pelaku UMKM memang tidak bisa terus menerus berharap bantuan dari pemerintah. Dengan peran perusahaan besar swasta dalam menyerap dan memberdayakan UMKM melalui berbagai sisi, saya yakin UMKM Kotawaringin Timur akan mampu mandiri dan terus berkembang," kata Sofyan.

Dukungan serupa diungkapkan General Manager Aquarius Boutique Hotel Sampit, Bayu Andi Bawono. Selain menggunakan berbagai produk hasil UMKM lokal, pihaknya juga menyiapkan tempat bagi UMKM yang ingin mempromosikan produknya di hotel bintang empat tersebut.

"Untuk mendukung UMKM, kami menyediakan ruangan berukuran 4x7 meter. Itu cukup untuk tiga sampai empat etalase. Bahkan kami akan gratiskan selama tiga bulan pertama, termasuk listrik dan fasilitas. Harapan kami nanti UMKM yang memanfaatkan tempat itu bisa eksis," kata Bayu.

Inisiatif itu karena selama ini banyak wisatawan yang mengeluh kesulitan mencari oleh-oleh khas Kotawaringin Timur. Dengan hadirnya UMKM di hotel diharapkan dapat memudahkan wisatawan yang ingin berbelanja oleh-oleh, sekaligus membuka kesempatan bagi UMKM mengembangkan usaha mereka.

Bayu juga berpendapat, perlu ada kebijakan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan penyerapan produk UMKM lokal. Misalnya dengan mewajibkan hotel menggunakan produk UMKM dan swalayan atau supermarket untuk membantu memasarkan produk UMKM lokal.

Manajemen Midtown Hotel juga berinisiatif memperdayakan UMKM lokal. Selain menggunakan berbagai produk lokal untuk perabot maupun hiasan, hotel ini juga menjadikan sejumlah produk panganan lokal sebagai bagian dari menu yang disajikan di hotel tersebut.

Berdasarkan data yang didapat API UMKM, saat ini terdapat sekitar 2000 pelaku UMKM yang tersebar di 17 Kecamatan di Kotawaringin Timur. Dari jumlah tersebut baru sekitar 200 pelaku UMKM yang bergabung dalam API UMKM.

Organisasi yang kepengurusannya juga dibentuk di tingkat kecamatan ini bertujuan membantu UMKM dalam hal peningkatan sumber daya manusia, kualitas produk hingga pemasaran. Tujuannya agar UMKM di Kotawaringin Timur mampu mandiri dan terus berkembang sehingga berdampak besar pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
 

Pewarta :
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar