Kisah para perempuan berprofesi sebagai 'engineer'

id Engineer, hari kartini, perempuan berprofesi engineer, perempuan jurusan teknik,Kisah para perempuan berprofesi sebagai 'engineer'

Kisah para perempuan berprofesi sebagai 'engineer'

Ilustrasi insinyur perempuan. (Shutterstock)

Jakarta (ANTARA) - Saat ini, siapa saja bisa berkarya di bidang teknologi tanpa memandang jenis kelamin, kesempatan terbuka bagi laki-laki maupun perempuan di industri tersebut.

Dua orang perempuan yang berprofesi sebagai "engineer", insinyur di Tokopedia, membagikan pengalaman mereka berkecimpung di dunia yang sering diidentikkan dengan laki-laki.

"Saya juga selalu percaya bahwa bidang teknologi adalah bidang karier yang tidak memiliki gender," kata Lead Software Engineer Tokopedia, Vania Chandra dalam keterangan pers, dikutip Selasa.
 
Lead Software Engineer Tokopedia, Vania Chandra. (ANTARA/HO Tokopedia)

Vania sejak 2019 lalu dipercaya untuk memimpin 15 orang software engineer, insinyur bidang perangkat lunak di perusahaan rintisan yang kini berstatus unicorn tersebut.

"Untuk terus berkontribusi pada ekosistem digital Indonesia, siapa pun bisa bertumbuh dan berkembang layaknya teknologi," kata Vania.

Vania bersama timnya mengembangkan fitur Tempo di aplikasi Mitra Tokopedia, platform untuk warung dan toko kelontong berbelanja stok barang.

Cerita lainnya datang dari Test Engineer Tokopedia, yang kini sudah menjadi seorang ibu.
Test Engineer Tokopedia, Farissa Putri. (ANTARA/HO Tokopedia)


"Menjadi seorang ibu menurut saya bukan hambatan dalam berkarya. Sebagai Test Engineer, saya terus berupaya mengatur waktu bekerja dengan bijak," kata Farissa.

Sebagai test engineer, tugas Farissa antara lain mengembangkan generator API dummy AWB untuk keperluan automated tested di bagian logistik.

Farissa memanfaatkan fleksibilitas jam kantor dan fasilitas yang ada di perusahaan tempatnya bekerja, misalnya ruangan khusus untuk anak sehingga dia tetap bisa bekerja sambil menghabiskan waktu dengan anaknya.

Selama bekerja, dia menekankan pada budaya kerja tim yang kuat, seperti berbagi pengetahuan dan menyusun prioritas dengan tepat.