Warga Palangka Raya diimbau tak gunakan kantung plastik untuk daging kurban

id kantung plastik ,Palangka Raya,tak gunakan kantung plastik untuk daging kurban,kalteng

Warga Palangka Raya diimbau tak gunakan kantung plastik untuk daging kurban

Ilustrasi - Kantong plastik sampah (Foto: Istimewa)

Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) mengimbau masyarakat menghindari penggunaan kantung plastik (kresek) hitam untuk membungkus daging kurban pada Idul Adha 1441 H.

"Ini penting diperhatikan karena bahan daur ulang pembuatan kantong plastik hitam tidak jelas dari limbah atau dari apa, sehingga kebersihan dan keamanannya tidak terjamin," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) DKPP Kota Palangka Raya, Sumardi, Kamis.

Ia mengatakan di antara kandungan zat yang terdapat pada kantong plastik hitam tersebut ialah logam berat seperti timbal (Pb) yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Timbal ini dapat dengan mudah berpindah ke makanan, terlebih jika makanan dalam keadaan panas.

"Plastik hitam punya karakter sendiri dan zat berbahaya itu bisa berpindah pada makanan yang bersentuhan langsung. Khususnya untuk makanan panas termasuk juga daging. Jika ditempatkan pada plastik hitam maka daging akan cepat menyerap zat-zat yang terkandung pada plastik," katanya.

Jika makanan terkontaminasi timbal dikonsumsi dalam jangka panjang, dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia, bahkan dapat menimbulkan kanker. Masyarakat lebih baik menggunakan kantong plastik yang transparan.

"Jika pun terpaksa digunakan kantong plastik hitam, sebaiknya untuk bungkus luar saja. Jadi sebelum dibungkus dengan plastik hitam, makanan dan daging dimasukkan pada plastik transparan," katanya.

Dia juga mengimbau panitia kurban dapat memisahkan penempatan daging dan bagian lain dari hewan kurban. Sebaiknya antara daging, dan jeroan ditempatkan dalam plastik terpisah. Ini dilakukan agar daging tidak cepat rusak.

Sementara itu, dalam rangka memastikan kesehatan dan kelayakan hewan kurban DKPP "Kota Cantik" juga telah menyiapkan tim yang akan memeriksa kesehatan.

"Tim ini terdiri dari 12 orang. Mereka pun telah melakukan pemeriksaan. Bagi hewan yang dinyatakan layak untuk dijadikan kurban maka diberikan tanda berupa pening atau tanda khusus yang dipasangkan di bagian tali," katanya.

Pewarta :
Uploader : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar