Ketidakseimbangan hormon steroid bisa picu jerawat hingga gangguan kesuburan

id gangguan kesuburan, Ketidakseimbangan, hormon steroid, bisa picu, jerawat hingga, kalteng

Ketidakseimbangan hormon steroid bisa picu jerawat hingga gangguan kesuburan

Ilustrasi pasangan mengalami gangguan kesuburan (ANTARA/freepik.com)

Jakarta (ANTARA) - Ketidakseimbangan hormon steroid seperti testosteron, estrogen, dan progesteron dapat memicu berbagai gangguan kesehatan pada perempuan, laki-laki, maupun anak-anak, mulai dari jerawat persisten, siklus haid tidak teratur, hingga gangguan kesuburan dan kelainan bawaan seperti Congenital Adrenal Hyperplasia (CAH).

“Dalam praktik klinis, kami melihat bahwa hormon tidak pernah bekerja sendirian. Respons tubuh terhadap hormon sangat dipengaruhi jalur metabolik seperti glikolisis, siklus TCA (Tricarboxylic Acid Cycle), hingga one-carbon metabolism,” kata Prof. Dr. dr. Noroyondo Wibowo, Sp.OG sebagaimana dikutip dalam siaran pers Prodia pada Kamis.

“Perubahan kecil pada metabolit ini dapat mengubah cara tubuh memproduksi ataupun merespons hormon steroid. Dengan mengetahui itu semua kita bisa mengetahui kondisi wellness seseorang,” tambahnya.

Siklus TCA adalah mesin energi utama tubuh. Jika jalur ini terganggu, produksi energi sel menurun dan metabolisme hormon ikut terdampak. Pemeriksaan metabolit TCA membantu dokter menemukan akar masalah hormonal dan metabolik secara lebih tepat.

Di Indonesia, pemeriksaan hormon rutin umumnya masih menggunakan metode imunologi. Metode ini cukup baik untuk hormon berkadar tinggi, tetapi kurang sensitif untuk hormon berkadar sangat rendah, misalnya androgen pada perempuan dan anak-anak.

Teknologi Liquid Chromatography–Tandem Mass Spectrometry (LC–MS/MS) mampu mengukur hormon dalam jumlah sangat kecil dengan presisi tinggi, sehingga cocok untuk pemeriksaan hormon steroid pada perempuan dan anak.

Pemeriksaan berbasis LC–MS/MS dapat menilai metabolit androgen dan hormon steroid secara komprehensif, termasuk Rasio Testosteron/DHT, Androsterone, serta Steroid Hormone Panel.“Teknologi mass spectrometry ini bukan hanya genomics, tetapi juga multiomics lain untuk mengetahui kondisi tubuh secara menyeluruh, membantu prediksi dini penyakit serta merancang strategi pengobatan yang lebih personal sesuai kondisi unik tiap individu,” ujar Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty.


Pewarta :
Editor : Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.