Logo Header Antaranews Kalteng

Serial misteri Netflix "The Art of Sarah" hadir Februari, Shin Hae-sun jadi tokoh utama

Selasa, 13 Januari 2026 19:17 WIB
Image Print
Arsip foto - Logo Netflix di layar perangkat elektronik. (ANTARA/Pixabay.)

Jakarta (ANTARA) - Netflix mengumumkan serial drama Korea Selatan, “The Art of Sarah” (Lady Doir) dijadwalkan tayang mulai 13 Februari 2026.

Hal itu disampaikan lewat unggahan poster dan cuplikan (trailer) perdana di akun media sosial @netflixkr, yang dikutip di Jakarta, Selasa.

Drama misteri terbaru itu mengikuti kisah Sarah Kim (Shin Hae-sun), seorang wanita yang bertekad menjadi ikon kemewahan meskipun harus memalsukannya, dan Mu Gyeong (Lee Jun-hyuk), pria yang didorong untuk mengungkap ambisinya.

"Jika kau tidak bisa membedakan yang palsu dari yang asli, apakah itu benar-benar palsu?" demikian dialog provokatif serial drama tersebut dilansir dari Soompi, Selasa.

Shin Hae-sun dan Lee Jun-hyuk akan kembali bekerja sama dalam drama untuk pertama kalinya sejak sembilan tahun lalu di “Stranger” (2017).

Pada poster yang dirilis, tergambar mayat seorang wanita dengan wajah tertutup tas, sementara Detektif Park Mu Gyeong berjongkok di sampingnya dengan latar belakang siluet pudar wajah Sarah Kim dan sebuah buku catatan yang dipenuhi aksara hangeul.

Sedangkan pada trailer-nya memperlihatkan berbagai sisi kehidupan Sarah Kim yang penuh teka-teki.

Sebuah mayat ditemukan di selokan, dan Detektif Mu Gyeong yang ditugaskan dalam kasus tersebut menemukan bahwa korban adalah Sarah Kim melalui tato di pergelangan kakinya.

Namun, penyelidikan menjadi rumit ketika ia menemukan fakta bahwa tidak ada catatan mengenai identitas Sarah Kim di mana pun.

"Tidak ada catatan tentang Sarah Kim di mana pun," Mu Gyeong melancarkan pengejaran besar-besaran terhadap wanita tak dikenal tersebut, menyelidiki setiap aspek kehidupannya.

Sementara itu, terlihat Sarah Kim yang menangis dan mengatakan ada sesuatu yang salah, diikuti oleh cuplikan dirinya yang lain, mengaburkan batas antara kebenaran dan kepalsuan.

Sarah Kim juga menikmati berbelanja barang-barang mewah dan hidup bermewah-mewah; sebaliknya, Sarah Kim yang lain mengenakan pakaian usang, bekerja lebih keras daripada siapa pun, dan bahkan memakan makanan sisa pelanggan.Potret-potret yang berlawanan mengenai Sarah Kim yang diselang-selingi itu kemudian ditutup dengan pernyataan keinginan menjadi sosok yang "asli" melalui kehidupan yang diwarnai kebohongan.



Pewarta :
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026