
Menpar dorong hotel kelola sampah mandiri

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana meminta industri perhotelan di bawah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) konsisten menjalankan praktik pengelolaan sampah secara mandiri sebagai pilar penting mewujudkan pariwisata Indonesia yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
“Kami mengimbau dan mengajak pengusaha perhotelan dan restoran untuk menerapkan serta melanjutkan upaya pengelolaan sampah mandiri, sebagaimana surat dari Menteri Lingkungan Hidup yang dipertegas melalui surat Deputi Bidang Investasi dan Industri Kementerian Pariwisata," kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Saat menghadiri Rapat Kerja Nasional I PHRI 2026 di PO Hotel Semarang, Jawa Tengah, Selasa (10/2), Widiyanti menyoroti isu sampah berada dalam kondisi krusial dan menjadi perhatian serius pemerintah.
Penguatan kesadaran bersama serta langkah nyata di tingkat pelaku usaha dinilai sangat menentukan keberhasilan agenda nasional penanganan sampah. PHRI telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kualitas layanan dan memperkuat daya saing pariwisata nasional.
Oleh karena itu, kolaborasi yang telah terjalin diharapkan semakin solid, termasuk dalam merespons tantangan lingkungan yang semakin kompleks.
Ia melanjutkan kementerian dan lembaga telah menggulirkan berbagai inisiatif masif guna mengakselerasi penyelesaian persoalan sampah. Selain menjalin kerja sama dengan mitra internasional, pengembangan program waste-to-energy menjadi salah satu alternatif dalam pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah yang lebih modern dan terintegrasi.
"Presiden Prabowo Subianto juga telah menginisiasi Gerakan Indonesia ASRI," ujarnya.
Praktik pengelolaan sampah mandiri oleh hotel dan restoran, katanya, akan memberikan kontribusi konkret terhadap agenda nasional sekaligus memperkuat citra destinasi yang bersih dan berdaya saing.
Upaya ini tidak hanya berdampak pada kualitas lingkungan, tetapi juga memperkuat kepercayaan wisatawan terhadap komitmen Indonesia dalam menjaga keberlanjutan.
Selain isu lingkungan, Widiyanti menyoroti telah terjadi pergeseran preferensi wisatawan semakin mengarah pada kepedulian terhadap lingkungan, kesehatan dan kebugaran, serta pencarian pengalaman yang bermakna dan imersif dengan layanan yang nyaman dan personal.
Tren ini menuntut industri untuk beradaptasi dan menghadirkan standar layanan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga beretika dan berkelanjutan.
Menpar memaparkan capaian kinerja pariwisata sepanjang 2025 menunjukkan fondasi yang tetap solid di tengah dinamika ekonomi. Tingkat okupansi hotel terendah terjadi pada Maret 2025 sebesar 33,56 persen, turun 9,85 poin persentase dibandingkan Maret 2024.
Kondisi tersebut dipengaruhi perubahan pola belanja pemerintah dan masyarakat pada awal tahun, serta pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 4,87 persen.
Meski menghadapi tekanan, industri perhotelan menunjukkan ketangguhan dan kemampuan bangkit secara bertahap. Tren peningkatan okupansi berlangsung konsisten hingga mencapai 56,12 persen pada Desember 2025, yang menjadi capaian tertinggi sepanjang tahun. Hal ini mencerminkan daya tahan dan adaptabilitas pelaku usaha dalam menjaga keberlangsungan usaha.
Kementerian Pariwisata berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi aktif antara pemerintah dan industri guna merumuskan solusi yang lebih tepat sasaran terhadap berbagai persoalan di lapangan.
Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani menyampaikan bahwa perjalanan organisasi selama 57 tahun tidak terlepas dari berbagai dinamika dan tantangan.
Namun, ia meyakini bahwa kerja keras pengusaha perhotelan dan restoran merupakan kontribusi nyata yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Sejumlah tantangan yang dihadapi industri antara lain kompetisi tidak sehat dari akomodasi ilegal, regulasi yang dinilai memberatkan seperti perubahan klasifikasi baku lapangan usaha hotel, serta kendala terkait aturan restoran dan sertifikasi halal.
Pewarta : Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026
