Logo Header Antaranews Kalteng

DPRD Kalteng soroti pendangkalan Sungai Mentaya ganggu arus mudik di Sampit

Selasa, 17 Maret 2026 12:37 WIB
Image Print
Jajaran Anggota DPRD Kalimantan Tengah Daerah Pemilihan (Dapil) II saat pantau arus mudik di Pelabuhan Sampit, Senin (16/3/2026). ANTARA/Dokumentasi Pribadi.

Palangka Raya (ANTARA) - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah dari daerah Daerah Pemilihan II, Sudarsono menyoroti pendangkalan Sungai Mentaya di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur yang menjadi kendala transportasi sungai dan berpotensi mengganggu kelancaran arus mudik Lebaran.

“Kami dari Dapil II memang punya tugas untuk memantau arus mudik, karena kita tahu Sampit adalah salah satu tempat arus mudik yang cukup banyak penumpangnya, baik lewat laut, udara maupun darat,” katanya, Selasa.

Dia menuturkan, Sampit dinilai menjadi salah satu simpul utama pergerakan penumpang di Kalimantan Tengah melalui berbagai moda transportasi.

Selain pemantauan, DPRD juga melakukan koordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sampit.

“Hari ini kita juga berbicara dengan KSOP Sampit. Dari dulu sampai sekarang kendalanya hampir sama, yaitu alur sungai yang mengalami pendangkalan,” ucapnya.

Sudarsono mengungkapkan, pendangkalan alur Sungai Mentaya disebut menjadi persoalan utama yang berdampak pada aktivitas pelayaran.

Baca juga: DPRD soroti THR ASN Pemkot Palangka Raya belum cair jelang Lebaran

Kondisi tersebut berpotensi menghambat mobilitas penumpang maupun distribusi barang di Pelabuhan Sampit.

“Kami kawan-kawan dari Dapil 2 berkewajiban bersama-sama mendorong agar Pemerintah Kabupaten Kotim melalui Dinas Perhubungan, KSOP, dan pihak terkait lainnya bisa mencari solusi terbaik terhadap kendala ini,” ujarnya.

Untuk itu, salah satu solusi yang diusulkan adalah pengerukan alur sungai agar jalur pelayaran kembali normal.

Sudarsono mengungkapkan, upaya tersebut dinilai penting untuk mencegah keluhan dari pengguna transportasi sungai.

“Cara mengatasinya tentu dengan pengerukan, sehingga ke depan tidak ada lagi kendala maupun keluhan dari para pengguna jalur pelayaran,” tuturnya.

Dengan penanganan yang optimal, diharapkan arus transportasi di Sampit semakin lancar dan mendukung perannya sebagai pintu gerbang Kalimantan Tengah.

Baca juga: Legislator Kotim imbau warga amankan barang berharga sebelum mudik

Baca juga: Anggota DPRD Barut ajak masyarakat waspada penipuan mengatasnamakan Bupati

Baca juga: Anggota DPRD Barut soroti truk pengangkut alat berat tanpa pengawalan



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026