Pawai tarhib Ramadhan 1447 Hijriah di Palangka Raya
- 12 February 2026 16:50 WIB
Sekitar 1200 supir truk pengangkut pasir berkumpul di halaman Stadion Tuah Pahoe Jalan Tjilik Riwut Km 5,5 Kota Palangka Raya, Kamis Pagi. Mereka mengancam bakal melakukan aksi mendemo di kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah, lantaran sudah 10 hari lebih tidak bisa menjalankan aktivitas penambangan di lokasi galian C seperti di Kecamatan Sabangau, Bukit Batu dan Jekan Raya. Mereka ingin meminta kejelasan pemerintah provinsi setempat dalam memberikan solusi atas ditutupnya mata pencaharian mereka. (Foto Antara Kalteng/Abow)
Sekitar 1200 supir truk pengangkut pasir berkumpul di halaman Stadion Tuah Pahoe Jalan Tjilik Riwut Km 5,5 Kota Palangka Raya, Kamis Pagi. Mereka mengancam bakal melakukan aksi mendemo di kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah, lantaran sudah 10 hari lebih tidak bisa menjalankan aktivitas penambangan di lokasi galian C seperti di Kecamatan Sabangau, Bukit Batu dan Jekan Raya. Mereka ingin meminta kejelasan pemerintah provinsi setempat dalam memberikan solusi atas ditutupnya mata pencaharian mereka. (Foto Antara Kalteng/Abow)
Sekitar 1200 supir truk pengangkut pasir berkumpul di halaman Stadion Tuah Pahoe Jalan Tjilik Riwut Km 5,5 Kota Palangka Raya, Kamis Pagi. Mereka mengancam bakal melakukan aksi mendemo di kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah, lantaran sudah 10 hari lebih tidak bisa menjalankan aktivitas penambangan di lokasi galian C seperti di Kecamatan Sabangau, Bukit Batu dan Jekan Raya. Mereka ingin meminta kejelasan pemerintah provinsi setempat dalam memberikan solusi atas ditutupnya mata pencaharian mereka. (Foto Antara Kalteng/Abow)
Ketua DPRD Kota Palangka Raya Sigit K Yunianto saat menerima para sopir truk yang melakukan aksi unjuk rasa akibat ditutupnya sejumlah titik lokasi galian C pada Kamis Siang. Sekitar 1200 supir truk pengangkut pasir berkumpul di halaman Stadion Tuah Pahoe Jalan Tjilik Riwut Km 5,5 Kota Palangka Raya, Kamis Pagi. Mereka sebetunya ingin meminta kejelasan dari Pemerintah Provinsi Kalteng dalam memberikan solusi atas ditutupnya mata pencaharian mereka. (Foto Antara Kalteng/Rachmat Hidayat)