Pawai tarhib Ramadhan 1447 Hijriah di Palangka Raya
- 12 February 2026 16:50 WIB
Seorang basir (rohaniawan) mengucapkan mantra suci di depan Kanjan Patahu (tempat batu kramat) pada prosesi ritual Pakanan Sahur Lewu dan Mapas Lewu Pahandut di Balai Tuyang Hasuling, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin (26/12/2022). Ritual keagamaan umat Hindu Kaharingan Dayak Ngaju tersebut guna menyucikan wilayah itu dari roh jahat dan peristiwa buruk selama satu tahun yang lalu serta ungkapan rasa syukur kepada Sanghyang (roh suci) sekaligus melestarikan istiadat leluhur Dayak Kalimantan Tengah. ANTARA FOTO/Makna Zaezar/tom.
Sejumlah warga menari sambil membawa mandau dengan mengelilingi Kanjan Patahu (tempat batu kramat) pada prosesi ritual Pakanan Sahur Lewu dan Mapas Lewu Pahandut di Balai Tuyan Hasuling, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin (26/12/2022). Ritual keagamaan umat Hindu Kaharingan Dayak Ngaju tersebut guna menyucikan wilayah itu dari roh jahat dan peristiwa buruk selama satu tahun yang lalu serta ungkapan rasa syukur kepada Sanghyang (roh suci) sekaligus melestarikan istiadat leluhur Dayak Kalimantan Tengah. ANTARA FOTO/Makna Zaezar/tom.
Sejumlah basir (rohaniawan) melantunkan mantra suci di depan Ancak Palangka (tempat sesaji roh suci) pada prosesi ritual Pakanan Sahur Lewu dan Mapas Lewu Pahandut di Balai Tuyang Hasuling, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin (26/12/2022). Ritual keagamaan umat Hindu Kaharingan Dayak Ngaju tersebut guna menyucikan wilayah itu dari roh jahat dan peristiwa buruk selama satu tahun yang lalu serta ungkapan rasa syukur kepada Sanghyang (roh suci) sekaligus melestarikan istiadat leluhur Dayak Kalimantan Tengah. ANTARA FOTO/Makna Zaezar/tom.