Jokowi datangi koperasi bajaj di Rawamangun
Jumat, 8 Februari 2013 14:32 WIB
Puluhan sopir bajaj anggota Serikat Pengemudi Angkutan Bermotor Seluruh Indonesia berunjuk rasa di depan Balaikota DKI Jakarta, Kamis (7/2), menuntut pemerintah membereskan masalah operasi bajaj. (ANTARA/Zabur Karuru) istimewa
Jakarta (ANTARA
News) - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), memenuhi janjinya
kepada para pengemudi bajaj untuk mengusut indikasi monopoli penjualan
kendaraan angkutan beroda tiga itu dengan mendatangi koperasi bajaj,
Koperasi Usaha Bersatu, di Jalan Balap Sepeda No.33, Rawamangun, Jakarta
Timur, Jumat.
"Ini kemarin ada yang demo. Nah saya mau kroscek ke lapangan, problem riilnya seperti apa," kata Jokowi, yang tiba di kantor Koperasi Usaha Bersatu sekitar pukul 11.00 WIB dan langsung berbicara dengan pengurus koperasi.
Jokowi, yang mengenakan baju adat Betawi warna putih dan sarung warna ungu, menyatakan akan memeriksa langsung masalah-masalah yang disampaikan pemilik dan pengemudi bajaj yang berunjukrasa pada Kamis (7/2).
Dia menyatakan melihat masalah yang kompleks dalam usaha revitalisasi bajaj, yang antara lain menyangkut soal pengelolaan bajaj dan harga bajaj empat tak berbahan bakar gas.
"Cicilannya tadi saya lihat satu supir itu harus 115 ribu per hari. Ini juga saya kira memberatkan," katanya.
Menurut dia, harga bajaj akan bersaing kalau ada banyak distributor dan produsen bajaj lokal. "Sehingga ada persaingan harga dan bisa turun harganya. Kalau cuma satu ya begitu jadinya," katanya.
Setelah meninjau koperasi bajaj, Jokowi berencana melakukan pertemuan dengan lembaga dan badan yang terkait dengan produksi, distribusi dan pengoperasian bajaj. "Nanti semuanya dipanggil biar jelas," katanya.
(dny)
"Ini kemarin ada yang demo. Nah saya mau kroscek ke lapangan, problem riilnya seperti apa," kata Jokowi, yang tiba di kantor Koperasi Usaha Bersatu sekitar pukul 11.00 WIB dan langsung berbicara dengan pengurus koperasi.
Jokowi, yang mengenakan baju adat Betawi warna putih dan sarung warna ungu, menyatakan akan memeriksa langsung masalah-masalah yang disampaikan pemilik dan pengemudi bajaj yang berunjukrasa pada Kamis (7/2).
Dia menyatakan melihat masalah yang kompleks dalam usaha revitalisasi bajaj, yang antara lain menyangkut soal pengelolaan bajaj dan harga bajaj empat tak berbahan bakar gas.
"Cicilannya tadi saya lihat satu supir itu harus 115 ribu per hari. Ini juga saya kira memberatkan," katanya.
Menurut dia, harga bajaj akan bersaing kalau ada banyak distributor dan produsen bajaj lokal. "Sehingga ada persaingan harga dan bisa turun harganya. Kalau cuma satu ya begitu jadinya," katanya.
Setelah meninjau koperasi bajaj, Jokowi berencana melakukan pertemuan dengan lembaga dan badan yang terkait dengan produksi, distribusi dan pengoperasian bajaj. "Nanti semuanya dipanggil biar jelas," katanya.
(dny)
Pewarta :
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kriminal Kalteng kemarin, eks polisi tembak mati sopir ekspedisi hingga Kapuas dalam 'cengkeraman narkoba'
20 May 2025 11:05 WIB
Hakim vonis penjara seumur hidup eks polisi tembak mati sopir ekspedisi di Kalteng
19 May 2025 14:48 WIB
Tembak mati sopir ekspedisi di Kalteng, eks polisi dituntut hukuman seumur hidup
19 May 2025 12:59 WIB
Polisi tetapkan sopir pikap sebagai tersangka kecelakaan tewaskan Bendum Demokrat
07 March 2025 16:00 WIB