Dia
menjelaskan alasannya menangis karena diberikan mandat untuk
menggantikan tugas Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang kini mendekam
di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur.
"Saya menangis saat melantik walikota dan wakil walikota karena
rakyat Kota Tangerang kini memiliki pemimpin setelah sekian lama
tertunda," kata Rano.
Apalagi pelantikan ini dilakukan yang pertama kalinya selaku Wakil Gubernur Banten.
"Biasanya yang melantik itu Gubernur tetapi kini saya yang
melakukannya. Jadi ini adalah sejarah pertama di Indonesia," ujarnya.
Rano juga meneteskan air mata saat pembacaan doa oleh Ketua MUI Kota
Tangerang KH. Edi Junaedi mengenai keamanan dan kenyamanan di Provinsi
Banten.
Rano berharap, masalah yang kini sedang dialami Provinsi Banten dapat
dilewati dan tidak menganggu pelayanan kepada masyarakat.
Dia meminta kepada para kepala daerah di Provinsi Banten membantu kemajuan dan pembangunan daerah.
"Kini, kita harus menatap tahun depan dengan berbagai tugas yang dapat dijalani secara bersama-sama," ujarnya.