Yogyakarta (ANTARA News) - Masyarakat atau pemilih pada Pemilu 2014
perlu mengantisipasi kemungkinan ada anggota legislatif terindikasi
menyandang gangguan bipolar, karena akan berpengaruh pada efektivitas
kerjanya.
Hal itu dikatakan Guru Besar Bidang Psikiatri Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo Syamsul Hadi pada seminar "Meningkatkan kepedulian terhadap gangguan bipolar di Indonesia", di Yogyakarta, Selasa.
"Maka, dianjurkan agar masyarakat menjadi pemilih yang cerdas dalam
menentukan pemimpin. Persoalan yang harus diselesaikan bangsa ini cukup
besar," kata Syamsul.
Ia mengatakan gangguan bipolar merupakan gangguan yang terjadi pada
otak yang menyebabkan perubahan suasana hati seseorang secara ekstrem.
Dapat mempengaruhi tingkat energi, tingkat aktivitas, serta kemampuan
melaksanakan pekerjaan.
Menurut dia, meskipun tidak dapat secara mutlak dideteksi, gangguan
bipolar pada seseorang dapat dilihat dari perkataan yang berlebihan di
luar batas kemampuan yang dimiliki.
Selain dari sisi perkataan, kemungkinan gangguan bipolar pada caleg juga dapat ditelusuri dari rekam jejaknya.
"Mengobral janji, berlebihan dalam kampanye di luar kemampuannya
dapat mencirikan gangguan bipolar di mana seseorang memasuki keadaan
manik (sangat antusias)," katanya.
Ia mengatakan, dirinya tidak menyimpulkan caleg memiliki
kemungkinan bipolar, meskipun banyak yang mencalonkan diri, padahal
sebenarnya tidak mampu.
Kendati demikian, di sisi lain, penyandang gangguan bipolar juga
mudah mengalami depresi. Bagi penyandang gangguan bipolar akut, dua
"mood" yang bertolak belakang tersebut dapat dialami secara bergantian
setiap hari.
Sehingga, menurut dia, gangguan bipolar pada kejiwaan seseorang
dapat menyebabkan kinerja yang buruk. Bahkan, dalam situasi tertentu
mudah mendorong keinginan bunuh diri ketika gagal dalam memperoleh
sesuatu.(*)
Masyarakat Diimbau Antisipasi Caleg Terindikasi Bipolar
Rabu, 26 Maret 2014 12:28 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Calon haji diimbau prioritaskan kesehatan fisik sebelum keberangkatan ke Tanah Suci
01 April 2026 17:54 WIB
Terpopuler - Nasional
Lihat Juga
Dude Harlino dan Alyssa Soebandono dipanggil Bareskrim Polri terkait kasus PT DSI
04 April 2026 11:59 WIB