Jakarta (ANTARA
News) - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengajak
Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) untuk ikut serta dalam mencegah
budaya korupsi di masyarakat, karena korupsi saat ini sudah masif dan
meluas sehingga diperlukan peranserta seluruh elemen masyarakat untuk
menanggulanginya.
"Mari LDII bersama dengan KPK ikut memberikan
pendidikan anti korupsi kepada anak-anak sebagai bentuk pencegahan sejak
usia dini," kata Abraham Samad saat memberikan pembekalan kepada ribuan
peserta Rapimnas LDII di Jakarta, Kamis.
Abraham menjelaskan
bentuk semakin masifnya korupsi yaitu ditandai sudah hilangnya rasa malu
dan mereka lebih berani melakukan korupsi seperti yang ditunjukkan para
tersangka korupsi di sejumlah instansi pemerintah.
"Kalau kita
lihat mereka yang telah menjadi tersangka dan divonis dalam kasus
korupsi belakangan ini usianya berkisar 35 tahun ke bawah seperti oknum
pegawai pajakk yang baru-baru ini ditangkap usianya sekitar 25 tahun,"
katanya.
Abraham menilai pencegahan budaya korupsi harus
dilakukan sejak usia dini. Seperti membuat kurikulum sekolah dan komik
mengenai bahaya korupsi, yang juga berkerjasama dengan ormas keagamaan.
"Ormas
seperti LDII ini kita harapkan bisa membantu KPK dalam memberikan
pendidikan anak usia dini terhadap bahaya korupsi sehingga mental korup
bisa dicegah. Disini peran orang tua dan guru agama menjadi sangat
penting. Jangan sampai orang tua yang menjadi pejabat misalnya
memberikan contoh yang tidak baik kepada anak mereka dengan gaya hidup
yang mewah," katanya.
Menurut Abraham Samad, pengertian korupsi
kini melebar, misalnya seorang pejabat negara bohong kepada rakyat asak
muasal hartanya.
Menanggapi ajakan KPK tersebut,cKetua Umum DPP
LDII Prof KH Abdullah Syam mengaku siap membantu dengan memberikan
materi pendidikan anak usia dini (PAUD) antikorupsi diseluruh sekolah
dan pondok pesantren yang dikelola LDII.
"Dalam kurikulum
pendidikan yang diajarkan di LDII pendidikan karakter antikorupsi telah
dimasukkan menjadi pelajaran wajib. Kita juga akan terus menjalin
hubungan dengan KPK untuk mendapatkan masukan perbaikan pendidikan
pencegahan korupsi," katanya.
Menurutnnya, LDII mendukung upaya
KPK untuk terus melakukan pencegahan korupsi tidak hanya di level
pemerintahan pusat, tetapi juga hingga ke tingkat kabupaten/kota demi
mewujudkan Indonesia bebas dari koruptor.
Bentuk komitmen
dukungan LDII terhadap upaya pemberantasan korupsi adalah dengan
melakukan tandatangan di atas kain putih berlatar belakang peta NKRI
bersama Ketua KPK dan seluruh jajaran pengurus LDII se-Indonesia di
Jakarta, Kamis.
Abdullah Syam menambahkan, korupsi adalah bentuk
penyimpangan moral yang didorong oleh sifat ketamakan. Seseorang
melakukan korupsi ketika tak bisa memenuhi kebutuhan, disebut sebagai
Corruption By Need (kebutuhan), perasaan tak bisa berpuas diri mendorong
orang untuk berprilaku korup, atau disebut Corruption By Greed
(ketamakan).(*)
KPK Ajak LDII Cegah Korupsi
Jumat, 16 Mei 2014 10:30 WIB
Ketua KPK Abraham Samad (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja) Istimewa
Pewarta :
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Waket DPRD Kalteng ajak masyarakat tak terprovokasi isu perubahan mekanisme Pilkada
27 January 2026 15:28 WIB
Wabup Kotim ajak lintas sektor perkuat sinergi hadapi pemangkasan dana TKD
30 December 2025 17:15 WIB
PLN ajak masyarakat Palangka Raya lebih peduli sampah kurangi risiko banjir
30 December 2025 14:39 WIB