Basarnas: 60 Kapal Dikerahkan Mencari Puing AirAsia
Sabtu, 3 Januari 2015 9:59 WIB
Tim gabungan mengevakuasi jenazah Khairun Nisa, perempuan yang diketahui sebagai pramugari pesawat AirAsia QZ 8501 ke Pelabuhan Panglima Utar, Kumai, Pangkalan Bun Kalimantan Tengah, Rabu (31/12/2014) tengah malam. Jenazah ini adalah satu dari empat
Palangka Raya (Antara Kalteng) - Badan SAR Nasional mencatat sebanyak 60 kapal, delapan unit pesawat dan empat unit helicopter dari negara, Sabtu, dioperasikan untuk mencari puing-puing maupun jenazah korban pesawat Airasia QZ 8501.
Pencarian pun diperluas dari 90x150 mil menjadi 90x210 mil untuk mengantisipasi kemungkinan puing-puing maupun jenazah terbawa arus, kata Direktur Operasi dan Latihan Basarnar SB Supriyadi di Posko Utama Lanud Iskandar Pangkalan Bun.
"Mengenai jumlah jenazah yang ditemukan, saya pastikan baru 22. Kalau delapan jenanzah lagi itu baru informasi sementara, karena personel di lapangan tidak mengetahui. Bisa tujuh atau delapan, karena kondisi jenazah sudah tidak sempurna," tambah dia.
Supriadi mengatakan mengenai adanya deteksi benda di dasar laut dari detektor sonar kapal BPPT maupun navigasi pesawat udara, belum dapat dipastikan apakah ekor ataupun bodi pesawat AirAsia karena kondisi gelombang laut menyulitkan pendeteksian.
"Bisa saja itu bangkai kapal tenggelam atau besi-besi yang ada di dasar laut tapi terdeteksi. Ada tiga titik di curigai ada puing-puing. Hari ini kapal-kapal dan pesawat untuk mendeteksi dan memastikan kembali," demikian Supriyadi.
(T.KR-JWM/B/F002/F002)
Pencarian pun diperluas dari 90x150 mil menjadi 90x210 mil untuk mengantisipasi kemungkinan puing-puing maupun jenazah terbawa arus, kata Direktur Operasi dan Latihan Basarnar SB Supriyadi di Posko Utama Lanud Iskandar Pangkalan Bun.
"Mengenai jumlah jenazah yang ditemukan, saya pastikan baru 22. Kalau delapan jenanzah lagi itu baru informasi sementara, karena personel di lapangan tidak mengetahui. Bisa tujuh atau delapan, karena kondisi jenazah sudah tidak sempurna," tambah dia.
Supriadi mengatakan mengenai adanya deteksi benda di dasar laut dari detektor sonar kapal BPPT maupun navigasi pesawat udara, belum dapat dipastikan apakah ekor ataupun bodi pesawat AirAsia karena kondisi gelombang laut menyulitkan pendeteksian.
"Bisa saja itu bangkai kapal tenggelam atau besi-besi yang ada di dasar laut tapi terdeteksi. Ada tiga titik di curigai ada puing-puing. Hari ini kapal-kapal dan pesawat untuk mendeteksi dan memastikan kembali," demikian Supriyadi.
(T.KR-JWM/B/F002/F002)
Pewarta : Jaya Wirawana Manurung
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Infinix Note 60 Pro dijadwalkan meluncur di pasar India mulai April mendatang
05 April 2026 10:49 WIB
Yuk nikmati kuliner Korea ala NEO Palma Palangka Raya lewat '60 Seconds to Seoul'
24 March 2026 20:38 WIB
60 Seconds to Seoul: Jajanan Korea hadir di Archipelago-NEO Palma Palangka Raya
06 January 2026 7:11 WIB
Terpopuler - Kotawaringin Barat
Lihat Juga
Wabup Kotawaringin Barat tekankan penguatan kerja sama wujudkan pendidikan bermutu
02 May 2026 17:48 WIB
Kejari Kobar sampaikan putusan sidang korupsi pembangunan pabrik tepung ikan
29 April 2026 16:01 WIB
Edukasi dan aksi nyata, PT GSDI tanamkan kesadaran lingkungan serta pencegahan karhutla
28 April 2026 13:22 WIB
Wabup Kobar sebut semangat otonomi penggerak terwujudnya pemerintahan lebih baik
27 April 2026 15:09 WIB
Bupati Kotawaringin Barat: Transaksi non tunai wujudkan pemerintahan desa bersih
25 April 2026 17:04 WIB