Pria Bersenjata Serang Ladang Minyak Al-Ghani Di Libya
Sabtu, 7 Maret 2015 16:21 WIB
Ilustrasi--Seorang pekerja memeriksa pipa dan katup di ladang minyak Amaal di Libya timur, Jumat (7/10). (REUTERS/Ismail Zitouny) Istimewa
Tripoli (ANTARA News) - Ladang minyak Al-Ghani di Libya Selatan diserang
oleh beberapa gerilyawan bersenjata tak dikenal pada Jumat (6/3),
mengakibatkan delapan orang tewas menurut National Oil Corporation (NOC), perusahaan milik negara di Libya.
Menurut pernyataan NOC, delapan penjaga keamanan tewas tapi tak ada pekerja ladang minyak itu cedera.
Seperti dilansir kantor berita Xinhua, identitas penyerang ladang minyak itu belum diketahui.
Beberapa warga setempat mengatakan mereka melihat asap tebal membubung dari daerah tersebut.
Pekan lalu, beberapa gerilyawan yang setia pada organisasi fanatik Negara Islam (Islamic State/IS) meningkatkan sreangan terhadap ladang minyak di Libya Timur, sehingga memaksa NOC mengumumkan 11 ladang minyaknya tak beroperasi.
Libya telah menyaksikan peningkatan drastis kerusuhan setelah kerusuhan 2011 --yang menggulingkan pemimpin negeri tersebut Muammad Gaddafi.
Kelompok IS dan milisi pro-sekuler telah bersaing untuk memperebutkan kota besar dan kecil selama berbulan-bulan, sehingga menimbulkan kekacauan di negara Afrika Utara itu.
Dua pemerintahan, satu di ibu kota dan pemerintah Perdana Menteri Abdullah Ath-Thinni di bagian timur, telah berusaha memperoleh kekuasaan sejak kelompok bersenjata Fajar Libya merebut Tripoli pada Juli dan melantik kembali anggota parlemen dari majelis sebelumnya.
Sebagian kelompok yang berafiliasi kepada IS memanfaatkan keadaan dan merebut beberapa kota besar seperti Sirte dan Derna. (Uu.C003)
Menurut pernyataan NOC, delapan penjaga keamanan tewas tapi tak ada pekerja ladang minyak itu cedera.
Seperti dilansir kantor berita Xinhua, identitas penyerang ladang minyak itu belum diketahui.
Beberapa warga setempat mengatakan mereka melihat asap tebal membubung dari daerah tersebut.
Pekan lalu, beberapa gerilyawan yang setia pada organisasi fanatik Negara Islam (Islamic State/IS) meningkatkan sreangan terhadap ladang minyak di Libya Timur, sehingga memaksa NOC mengumumkan 11 ladang minyaknya tak beroperasi.
Libya telah menyaksikan peningkatan drastis kerusuhan setelah kerusuhan 2011 --yang menggulingkan pemimpin negeri tersebut Muammad Gaddafi.
Kelompok IS dan milisi pro-sekuler telah bersaing untuk memperebutkan kota besar dan kecil selama berbulan-bulan, sehingga menimbulkan kekacauan di negara Afrika Utara itu.
Dua pemerintahan, satu di ibu kota dan pemerintah Perdana Menteri Abdullah Ath-Thinni di bagian timur, telah berusaha memperoleh kekuasaan sejak kelompok bersenjata Fajar Libya merebut Tripoli pada Juli dan melantik kembali anggota parlemen dari majelis sebelumnya.
Sebagian kelompok yang berafiliasi kepada IS memanfaatkan keadaan dan merebut beberapa kota besar seperti Sirte dan Derna. (Uu.C003)
Pewarta :
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Warga dan Polres Barito Selatan tangkap pengedar narkoba bersenjata Airsoft Gun
19 September 2025 14:11 WIB
Polisi patroli malam sisir geng motor bersenjata tajam di Banjarmasin
25 October 2023 8:55 WIB, 2023
Pelaku penyerangan terhadap pekerja bangunan di Beoga anak buah Joni Botak
09 November 2022 19:18 WIB, 2022