Bisnis Cuci Pakaian Dilirik Masyarakat Sampit
Selasa, 15 September 2015 10:01 WIB
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Sampit (Antara Kalteng) - Bisnis jasa cuci pakaian semakin dilirik masyarakat Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah karena dinilai cukup menguntungkan dan bisa dilakukan di rumah tanpa harus menyewa tempat khusus.
"Kalau bicara keuntungan, ya lumayan. Bisnis ini juga tidak terlalu repot karena bisa dilakukan ibu rumah tanpa harus meninggalkan kewajiban mengurus keluarga," kata Suci, salah seorang warga yang menggeluti bisnis jasa cuci pakaian di Sampit, Senin.
Sudah setahun dia menggeluti bisnis rumahan ini. Hasilnya dirasa cukup lumayan untuk menambah uang belanja dan membantu suami memenuhi kebutuhan keluarga setiap bulannya.
Kini jasa cuci pakaian banyak bermunculan, bahkan di perumahan-perumahan di Sampit. Tarif yang ditawarkan bervariasi antara Rp4.000-Rp6.000/Kg pakaian. Bahkan ada pebisnis yang banting harga dengan hanya memungut Rp3.000/Kg dan satu jam selesai.
Jika dilihat sepintas, kecil keuntungan yang didapat karena biaya produksi yang dikeluarkan cukup banyak yaitu sabun atau deterjen, air, listrik, pewangi, jasa cuci dan setrika. Namun uniknya, penyedia jasa cuci pakaian justru terus bermunculan.
"Kalau makin banyak yang tertarik, berarti masih ada keuntungan. Kalau bisa membeli sabun khusus dari penyalurnya, bisa dapat harga lebih murah sehingga biaya produksi bisa ditekan," Sari, warga lainnya.
Diakuinya, keuntungan dari tiap kilogram pakaian yang dicuci memang tidak terlalu besar. Namun hasil cukup lumayan didapat karena umumnya tiap pelanggan mengantar pakaian yang akan dicuci dengan berat di lebih dari satu kilogram.
Namun dengan makin banyaknya penyedia jasa cuci pakaian, maka perlu terobosan-terobosan untuk menarik minat pelanggan, termasuk bersaing dalam hal tarif dan pelayanan.
"Kalau bicara keuntungan, ya lumayan. Bisnis ini juga tidak terlalu repot karena bisa dilakukan ibu rumah tanpa harus meninggalkan kewajiban mengurus keluarga," kata Suci, salah seorang warga yang menggeluti bisnis jasa cuci pakaian di Sampit, Senin.
Sudah setahun dia menggeluti bisnis rumahan ini. Hasilnya dirasa cukup lumayan untuk menambah uang belanja dan membantu suami memenuhi kebutuhan keluarga setiap bulannya.
Kini jasa cuci pakaian banyak bermunculan, bahkan di perumahan-perumahan di Sampit. Tarif yang ditawarkan bervariasi antara Rp4.000-Rp6.000/Kg pakaian. Bahkan ada pebisnis yang banting harga dengan hanya memungut Rp3.000/Kg dan satu jam selesai.
Jika dilihat sepintas, kecil keuntungan yang didapat karena biaya produksi yang dikeluarkan cukup banyak yaitu sabun atau deterjen, air, listrik, pewangi, jasa cuci dan setrika. Namun uniknya, penyedia jasa cuci pakaian justru terus bermunculan.
"Kalau makin banyak yang tertarik, berarti masih ada keuntungan. Kalau bisa membeli sabun khusus dari penyalurnya, bisa dapat harga lebih murah sehingga biaya produksi bisa ditekan," Sari, warga lainnya.
Diakuinya, keuntungan dari tiap kilogram pakaian yang dicuci memang tidak terlalu besar. Namun hasil cukup lumayan didapat karena umumnya tiap pelanggan mengantar pakaian yang akan dicuci dengan berat di lebih dari satu kilogram.
Namun dengan makin banyaknya penyedia jasa cuci pakaian, maka perlu terobosan-terobosan untuk menarik minat pelanggan, termasuk bersaing dalam hal tarif dan pelayanan.
Pewarta : Norjani
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Legislator Kotim usulkan rumah singgah bagi warga berobat di Palangka Raya
18 October 2025 17:24 WIB
JKN bantu pengobatan suami, warga Muara Teweh ini bersyukur semua biaya ditanggung
11 February 2025 6:50 WIB
Berikut waktu tepat pakai sabun dan hand sanitizer untuk bersihkan tangan
24 April 2024 16:50 WIB, 2024
Dokter sarankan jangan langsung mencuci muka setelah terpapar matahari
29 February 2024 17:55 WIB, 2024
Simbol pembersihan jiwa, warga Tionghoa di Sampit cuci rupang Jelang Imlek
04 February 2024 21:00 WIB, 2024
Rutin cuci darah, warga ini terbantu JKN ditanggung Pemkab Barito Utara
28 November 2023 15:50 WIB, 2023