Harga Rotan Seruyan Anjlok
Sabtu, 3 Oktober 2015 18:02 WIB
Petani Rotan. (FOTO ANTARA Kalteng/Rachmat Hidayat)
Kuala Pembuang (Antara Kalteng) - Harga rotan yang diproduksi petani di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah anjlok dari Rp2.000 - Rp2.500 menjadi Rp1.000 per kilogram.
Salah seorang petani rotan, Supian (47) di Kuala Pembuang, Sabtu, mengatakan, anjloknya harga rotan, khususnya untuk rotan dengan kualitas sedang terjadi sudah sejak beberapa hari lalu.
"Meskipun panen rotan sedang melimpah, namun harganya turun," katanya.
Ia mengatakan, tidak mengetahui penyebab turunnya harga rotan, namun selama ini harga jual rotan di sentra-sentra produksi rotan, seperti Kecamatan Seruyan Hulu dan Kecamatan Suling Tambun kerap kali dipermainkan oleh tengkulang yang berasal dari luar daerah Seruyan.
"Penjualan rotan mentah ke luar daerah, sering dimainkan oleh para tengkulak yang datang langsung ke lokasi-lokasi atau desa penghasil rotan," katanya.
Menurutnya, para petani tidak punya pilihan selain menjual rotan-rotan tersebut kepada tengkulak meskipun harganya sangat murah, karena para petani tidak punya akses untuk memasarkan rotan-rotan tersebut ke luar daerah secara mandiri.
"Selain itu, jalan akses penghubung antar desa dan kecamatan masih belum memadai, sehingga ini juga menjadi kedala masyarakat untuk memasarkan rotan-rotan tersebut," katanya.
Ia menambahkan, sebenarnya masalah rendahnya harga jual rotan mentah ini dapat disiasati dengan melakukan peningkatan nilai terhadap komoditi rotan menjadi barang-barang kerajinan, namun itu tidak dilakukan karena tempat pemasaran hasil kerajinan rotan di Seruyan masih belum tersedia.
"Karena tempat pemasaran tetap kerajinan rotan itu belum ada, maka terpaksa kami hanya menjual rotan mentah meski dengan harga murah," katanya.
Salah seorang petani rotan, Supian (47) di Kuala Pembuang, Sabtu, mengatakan, anjloknya harga rotan, khususnya untuk rotan dengan kualitas sedang terjadi sudah sejak beberapa hari lalu.
"Meskipun panen rotan sedang melimpah, namun harganya turun," katanya.
Ia mengatakan, tidak mengetahui penyebab turunnya harga rotan, namun selama ini harga jual rotan di sentra-sentra produksi rotan, seperti Kecamatan Seruyan Hulu dan Kecamatan Suling Tambun kerap kali dipermainkan oleh tengkulang yang berasal dari luar daerah Seruyan.
"Penjualan rotan mentah ke luar daerah, sering dimainkan oleh para tengkulak yang datang langsung ke lokasi-lokasi atau desa penghasil rotan," katanya.
Menurutnya, para petani tidak punya pilihan selain menjual rotan-rotan tersebut kepada tengkulak meskipun harganya sangat murah, karena para petani tidak punya akses untuk memasarkan rotan-rotan tersebut ke luar daerah secara mandiri.
"Selain itu, jalan akses penghubung antar desa dan kecamatan masih belum memadai, sehingga ini juga menjadi kedala masyarakat untuk memasarkan rotan-rotan tersebut," katanya.
Ia menambahkan, sebenarnya masalah rendahnya harga jual rotan mentah ini dapat disiasati dengan melakukan peningkatan nilai terhadap komoditi rotan menjadi barang-barang kerajinan, namun itu tidak dilakukan karena tempat pemasaran hasil kerajinan rotan di Seruyan masih belum tersedia.
"Karena tempat pemasaran tetap kerajinan rotan itu belum ada, maka terpaksa kami hanya menjual rotan mentah meski dengan harga murah," katanya.
Pewarta : Fahrian Adriannoor
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Berdaya saing global, Komisi VII DPR dukung pengembangan produk UMKM Kalteng
16 December 2025 13:14 WIB
Dinas Nakertranskop UKM Barut tingkatkan keterampilan perajin anyaman rotan
09 August 2025 15:54 WIB
Pemkab Kapuas tampilkan produk berbahan rotan dan getah nyatu di pameran AOE 2025
07 August 2025 16:17 WIB
Terpopuler - Perkebunan
Lihat Juga
Astra Agro dukung pembangunan berkelanjutan, tumbuh bersama masyarakat jadi fondasi utama
03 March 2026 21:02 WIB
TAPG perkuat pemberdayaan petani sawit lewat skema plasma satu atap di Sukamara
12 December 2025 6:41 WIB
China perkuat produksi "lumbung biji-bijian" dengan mesin tani modern di Heilongjiang
26 September 2025 14:01 WIB