Danrem Minta Warga Manfaatkan Rumah Singgah
Rabu, 4 November 2015 10:52 WIB
Tiga warga menggunakan oksigen dari tabung, di Rumah Singgah Oksigen di Rumah Sakit dr Dorys Sylvanus di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Selasa (27/10). (ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang)
Palangka Raya (Antara Kalteng) - Komandan Korem 102/Panju Panjung, Kol ARH Purwo Sudaryono pada Selasa di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah meminta warga memanfaatkan rumah singgah Arta Graha Peduli jika kabut asap kembali menebal.
"Kalau asap kembali tebal, jangan ragu untuk datang ke rumah singgah AGP. Bapak dan ibu selain bisa melakukan pengecekan kesehatan gratis karena ada petugas dan dokter. Selain itu di sini juga ada AC dan juga oksigen tabung," kata Purwo yang juga sebagai Komandan Satgas Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Kalimantan Tengah.
Purwo bersama Ketua Satgas AGP Heka Hertanto meninjau pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis AGP dan Persit Korem Panju Panjung di rumah singgah Jalan Trans Kalimantan Km 50, Kabupaten Pulang Pisau.
Setidaknya dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis itu sekitar 500 warga, termasuk 170 anak-anak terdaftar dalam kegiatan sosial tersebut.
Selanjutnya Danrem yang belum lama menjabat itu meminta warga setempat tidak melakukan pembakaran lahan sehingga bencana kabut asap yang membahayakan kesehatan itu tidak terulang kembali.
"Biar tidak terjadi efek seperti ini, warga pada sakit, anak-anak juga tidak bisa ke sekolah, belum lagi kerugian seperti kebun-kebun yang sudah ditanami ikut terbakar," kata Purwo.
Dalam kesempatan itu juga sempat bercanda dengan peserta didik dari SD Negeri 1 Pilang yang turut dilakukan pemeriksaan oleh tim kesehatan.
"Ini ada banyak susu, ayo kita minum susu bersama," ajak Purwo kepada anak-anak yang menunggu giliran pemeriksaan.
Ketua Satgas AGP Heka Hertanto mengatakan pihaknya akan terus melakukan operasi kemanusiaan dengan menyediakan personil dan logistik pada perpanjangan masa tanggap darurat sampai 20 November 2015.
Di Kabupaten Pulang Pisau, Satgas AGP bersama-sama pihak terkait mengoperasikan tiga rumah singgah sepanjang jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Jabiren Raya. Kawasan tersebut merupakan daerah yang termasuk paling parah terkena dampak bencana asap akibat kebakaran lahan dan hutan.
"Kalau asap kembali tebal, jangan ragu untuk datang ke rumah singgah AGP. Bapak dan ibu selain bisa melakukan pengecekan kesehatan gratis karena ada petugas dan dokter. Selain itu di sini juga ada AC dan juga oksigen tabung," kata Purwo yang juga sebagai Komandan Satgas Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Kalimantan Tengah.
Purwo bersama Ketua Satgas AGP Heka Hertanto meninjau pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis AGP dan Persit Korem Panju Panjung di rumah singgah Jalan Trans Kalimantan Km 50, Kabupaten Pulang Pisau.
Setidaknya dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis itu sekitar 500 warga, termasuk 170 anak-anak terdaftar dalam kegiatan sosial tersebut.
Selanjutnya Danrem yang belum lama menjabat itu meminta warga setempat tidak melakukan pembakaran lahan sehingga bencana kabut asap yang membahayakan kesehatan itu tidak terulang kembali.
"Biar tidak terjadi efek seperti ini, warga pada sakit, anak-anak juga tidak bisa ke sekolah, belum lagi kerugian seperti kebun-kebun yang sudah ditanami ikut terbakar," kata Purwo.
Dalam kesempatan itu juga sempat bercanda dengan peserta didik dari SD Negeri 1 Pilang yang turut dilakukan pemeriksaan oleh tim kesehatan.
"Ini ada banyak susu, ayo kita minum susu bersama," ajak Purwo kepada anak-anak yang menunggu giliran pemeriksaan.
Ketua Satgas AGP Heka Hertanto mengatakan pihaknya akan terus melakukan operasi kemanusiaan dengan menyediakan personil dan logistik pada perpanjangan masa tanggap darurat sampai 20 November 2015.
Di Kabupaten Pulang Pisau, Satgas AGP bersama-sama pihak terkait mengoperasikan tiga rumah singgah sepanjang jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Jabiren Raya. Kawasan tersebut merupakan daerah yang termasuk paling parah terkena dampak bencana asap akibat kebakaran lahan dan hutan.
Pewarta : Rendhik Andika
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bupati Kapuas minta aparatur Selat Hulu tingkatkan disiplin dan pelayanan publik
13 February 2026 13:46 WIB
Bupati minta KONI Kobar laksanakan program berbasis target prestasi atlet
12 February 2026 13:39 WIB
DPRD minta Pemkot Palangka Raya gencarkan sosialisasi aturan usaha selama Ramadhan
12 February 2026 12:21 WIB
Penghargaan ke PT Bartim Coalindo berpolemik, BPBD Damkar Bartim minta maaf
11 February 2026 16:45 WIB
Terpopuler - Prov. Kalimantan Tengah
Lihat Juga
Polda Kalteng mantapkan pengendalian harga dan pasokan pangan jelang Ramadhan
13 February 2026 7:10 WIB
Bandara Tjilik Riwut: Bulan K3 momentum menjaga keberlanjutan budaya kerja aman
12 February 2026 16:07 WIB